Abu Hasan Al-Asy`ari Pelopor Aliran Ahlusunnah Waljama`ah

Abu Hasan al-Asy`ari lahir di Basra tahun 873, banyak ulama dan tokoh popular Islam yang sepakat dengan pemikirannya termasuk diantaranya adalah Imam Al-Ghazali.

(Basra, 873 M – Baghdad, 935 M)

Adalah salah seorang ulama yang menentang ajaran Muktazilah yang mengutamakan pandangan rasional. Penentangannya terhadap paham Muktazilah ini diawali ketika diilhami oleh sebuah mimpi. Mimpi itu perihal perintah nabi yang menyuruhnya untuk tetap berpegang teguh pada sunnah sebagaimana yang telah disyariatkan. Dalam perkembangannya, Al-Asy`ari kemudian mengenalkan aliran Asy`ariah. Aliran ini meluas hingga ke Pakistan, India bahkan sampat di Indonesia dengan sebutan Ahlu Sunnah Waljamaah. Aliran ini mengakui sifat-sifat ketuhanan yang mutlak yang tidak bisa dipertentangkan nalar. Semula al-Asy`aari adalah penganut Muktazilah yang kemudian membelot karena tidak sepakat dengan konsep yang ditawarkan, yang serba menggunakan akal sebagai sumber kebenaran. Pernah berguru pada Abu Ali Jubba`I (993), ahli Muktazilah, namun tidak didapatkan pemahaman yang mengesankan.

 Beberapa hal yang terjadi pertentangan itu adalah adanya doktrin atau ajaran dari Muktazilah yang dianggap tidak sejalan dengan apa yang disyariatkan oleh agama. Diantaranya adalah, pertama pernyataan bahwa al-Quran adalah mahluk. Padahal al-Quran adalah ucapan atau titah Allah sendiri dan bukan makhluk atau berasal dari makhluk. Kedua, adanya kebebasan manusia untuk berbuat apa saja dan mendapat balasan terhadap apa yang dilakukannya itu. Ketiga, kedudukan akal melebihi wahyu. Keempat, perbuatan dosa yang dilakukan seorang muslim menyebabkan berada pada kondisi antara tidak muslim dan tidak kafir.

Beberapa paham yang menjadi ajaran Muktazilah tersebut dianggap keliru. Karena itu perlu ada pelurusan. Abu Hayan al-Asy`ari adalah termasuk ulama yang meluruskan ajaran tersebut dengan memperkenalkan aliran Asy`ariah. Ulama ini banyak melakukan perdebatan dengan orang-orang Muktazilah untuk membuktikan bahwa Muktazilah adalah aliran yang menyimpang. Sekalipun banyak mendapat pertentangan serta tekanan dari penguasa pada masa Buyazidd yang menganut aliran Muktazilah. Namun karena yakin akan kebenarannya, paham ini tetap kokoh berdiri. Konsep Al-Asy`ari ini kemudian diamini dan menjadi madzhab resmi pada masa kekhalifahan Abbasia di bawah penguasa Al-Mutawakkil (813 – 833). Abu Hasan al-Asy`ari lahir di Basra tahun 873, banyak ulama dan tokoh popular Islam yang sepakat dengan pemikirannya termasuk diantaranya adalah Imam Al-Ghazali.

.
.

.

.

.

beberapa referensi tqar


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s