Jangan asal bilang “amin”

Tahukah kita, bahwa satu-satunya jenis bahasa di dunia ini yang memiliki karakter huruf dibaca panjang atau pendek itu adalah bahasa Arab? Ya, sekaligus panjang dan pendeknya itu berpengaruh pada apa artinya, sehingga jika salah kita melafalkannya maka artinya pun otomatis salah.

Susuai dengan judul, kita ambil contoh pelafalan kata “amin”, benarkah ini?

Kata “amin” sering dilafalkan oleh kita, baik dikala shalat berjamaah maupun ketika berdoa memanjatkan segala keinginan. Dan sudah umum banyak diketahui, kata ini berasalah dari bahasa arab dengan arti : “kabulkanlah – segala permintaan kami ya Rabb” — dashyat kan artinya.

Sekali lagi, sudah benarkah kita melafalkannya? karena yang benar itu kita melafalkan dengan cara memanjangkan huruf “a” dan “i”, sehingga jika ditulis bisa seperti ini : “aa-m-ii-n..” ya- aamiin.

Kenapa? karena jika hanya lafal “a” pendek dan atau “i” panjang atau bisa seperti ini : “amiin” maka artinya akan berbeda, apakah artinya? amin = aman. Jika “a” pendek dan “i” pendek maka amin merupakan gelar, yakni yang bisa dipercaya. Sekedar mengingatkan lagi, Rasululloh SAW mempunyai gelar Al Amin.

Maka, ketika sang imam membacakan akhir dari surat alfatihah …..Ya Rabb… jadikanlah kami termasuk golongan yang engkau ridhai…, kan ga lucu kalau kita jawab “amin=aman..” walau beruntung, jamaah kita kompak selalu melafalkan dengan kata “aamiin…”

Hal ini terinspirasi dengan surat at-Tiin ayat 3

3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

Demikian.  Semoga sedikit bisa saling menambah wawasan kita :D

cmiiw: tqar

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s