Tag Archives: konsep pemikiran al-Banna

Hasan Al-Banna Pendiri Ikhwanul Muslimin

Al-Banna melihat berbagai kemunduran umat Islam terjadi karena umumnya sudah meninggalkan konsep-konsep ajaran Islam dan telah terpengaruh oleh ideologi sekuler dari barat.

(Mesir, 1906 M – Mesir, 1949)

Catatan terbaru torehan terkini dari sepak terjang Ikhwanul Muslim ialah ketika berhasil menggulingkan rezim Hoesni Mubarak bersama-sama dengan rakyat Mesir yang menginginkan keadilan dan kejujuran ditegakkan di Bumi Mesir. Dunia memantau perkembangan proses penggulingan rezim tersebut melalui berbagai media. Kala itu ada sekitar 2 juta lebih rakat Mesir turun ke jalan berdemo menuntut turunnya Rezim Hoesni Mubarak yang telah berkuasa di Mesir berpuluh-puluh tahun. Meski menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit, namun perjuangan tersebut menghasilkan apa yang dimaksud, yakni menumbangkan rezim Hoesni Mubarak.

Dalam uraian ini, kita akan membahas tokoh di balik Ikhwanul Muslimin di awal berdirinya. Ya, Hasan al-Banna, tokoh pembaharu Islam dari Mesir ini adalah pendiri organisasi Islam Ikhwanul Muslimin. Organisasi ini sangat berpengaruh tidak hanya di Mesir saja, tapi juga terhadap gerakan Islam negara di dunia pada abad 20. Sebelumnya pada tahun 1927 al-Banna menjadi guru pada sekolah menengah di Ismailiyat. Pemikiran al-Banna dilatarbelakangi oleh kondisi kompleks yang ada di negaranya saat itu. Al-Banna melihat berbagai kemunduran umat Islam terjadi karena umumnya sudah meninggalkan konsep-konsep ajaran Islam dan telah terpengaruh oleh ideologi sekuler dari barat.

Menurutnya, kanal paling penting menghindari kemerosotan moral yang terjadi di kalangan umat Islam adalah dengan meneguhkan ajaran-ajaran dinul Islam berdasarkan al-Quran dan Hadist.

Perjuangan menyampaikan dakwah tidak saja dilakukan melalui organisasinya, tapi juga melalui media massa. Pada tahun 1939-1941, menjadi pemimpin majalah al-Manar yang banyak menyebarluaskan pemikirannya.

Dalam mengembangkan harapannya untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam sendi-sendi kehidupan, Hasan al-Banna memiliki konsep dan kebijakan yang tertuang dalan setiap bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan, pendapatnya mengulas pada masalah pendidikan keseimbangan yang tidak berorientasi hanya pada akal, tapi juga pada sisi rohaniyah dengan tetap berlandaskan pada pedoman al-Quran dan hadist dengan reformasi kurikulum yang memadai. Dalam bidang sosial, gagasan al-Banna terfokus pada peningkatan kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat dengan tetap berpegang pada sendi dan aturan dalam ajaran Islam.

Dalam bidang ekonomi, pendapatnya dititikberatkan pada peningkatan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan sumber-sumber alam dalam negeri tanpa intervensi asing. Hasan al-Bana tidak sepakat dengan hegemoni asing yang dapat mengakibatkan rakyat mengalami kerugian maupun penderitaan.  Di bidang agama, melakukan penyadaran terhadap maraknya perilaku amoral dengan kembali pada ajaran Islam yang suci. Di bidang politik, meletakkan dasar-dasar ajaran agama dalam sistem politik pemerintahan. Sehingga dapat dilakukan pemerintahan yang bersih. Namun gagasan dan intervensinya di bidang politik menimbulkan blunder yang mengakibatkan organisasi Ikhwanul Muslimin dibubarkan oleh pemerintah Mesir pada tahun 1948, sedangkan al-Banna sendiri dikabarkan tewas ditembak pada 12 Februari tahun 1949 di Kairo.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar