Tag Archives: perang dunia 2 di indonesia

Pulau Biak antara Pesona, Sejarah dan Dunia Militer

Jika sejenak saja kita menengok Indonesia dalam dunia 2D dari titik equator paling timur kita akan menemukan sebuah pulau yang disebut-sebut sebagai “surga kecil di indonesia timur!” Ya, Pulau Biak.

Biak adalah pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih dekat sebelah utara pesisir Provinsi Papua, Indonesia. Posisi Biak berada di sebelah barat laut Papua Nugini. Biak adalah pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil (wiki) Secara administratif, Pulau Biak terbagi atas 2 kabupaten: bagian barat merupakan wilayah Kabupaten Supiori, sedangkan bagian timur bagian dari wilayah Kabupaten Biak Numfor.

Keterangan di atas saya munculkan hanya untuk mempertegas bahwa surga kecil ini adalah milik kita dalam kesatuan NKRI (titik).

Keragaman fauna dari berbagai jenis species “burung” yang diabadikan oleh fotografer kenamaan luar Tony Tilford, yang sedikit saya rapihkan menjadi satu; menjadi daya tarik tersendiri baginya. Sungguh luar biasa!

Salah satu keunikan dari jenis flora berjenis Nepenthes insigni “The carnivorous pitcher plants” tumbuhan pemakan daging yang tumbuh dengan baik di Pulau Biak .

Pantai Wari dan Pantai Numfor menjadi panorama yang nikmat untuk dikunjungi nanti diantara sekian banyaknya pantai-pantai indah di Pulau Biak seperti Marao, Wanai, Barito dan wafsarak, juga patut dikunjungi juga air terjun “wafsarak”  yang lokasinya ga jauh dari dua pantai di atas (PS: sy belum pernah kesana, tapi mudah2an suatu saat bisa “kesasar” sampai kesana :) ).

 

Highlight” Sejarah Pulau Biak

hanya untuk mempertegas bahwa surga kecil ini adalah milik kita dalam kesatuan NKRI (titik).

itulah poin dari sekelumit ide yang sy munculkan dalam tulisan ini, sebab tidak ringan untuk mengungkapkan kalimat tersebut. Ketika sejarah ditorehkan Pada zaman silam, Pulau Biak termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore yang membaginya menjadi 9 distrik (uli siwa).

Juga simak, pada Perang Dunia II, lapangan terbang strategis milik Pasukan Imperial Jepang berada di sana sebagai pangkalan komando pada Perang Pasifik. Tentara Amerika Serikat kemudian menguasai pulau itu. Pada 29 Mei 1944, pertempuran antar-tank terjadi di Biak.

In World War II, a strategic airfield of the Imperial Japanese Army was located there, serving as a base for operations in the Pacific theatre. American forces eventually captured the island during the Battle of Biak. On May 29, 1944, the first tank vs. tank battle in the Pacific Theatre occurred. The captured airfield was renamed Mokmer Airfield and later transferred to the Royal Australian Air Force. It was transferred from Dutch rule, along with half of New Guinea, in the 1960s.

Singkat kata, Biak menjadi milik Indonesia dari genggaman Belanda, bersama dengan Irian Jaya (Papua), tahun 1960-an.

Simak pula mengenai BASIS BIAK IRIAN JAYA dari Blognya Matsyapti

Sejarah kemudian pula menorehkan kembali peristiwa penting yang dikenal dengan sebutan “Biak Messacre” peristiwa Biak Berdarah. Sedih dan Miris, walaupun sy tidak begitu memperdalam informasi ini dikarenakan awamnya pengetahuan, apalagi jika berita ini diperoleh hanya dari satu pihak tertentu yang bisa saja sarat akan kepentingan yang dapat merugikan keutuhan bangsa, coba saja disimak sedikit informasi ttg tragedi Biak yang sy catut dari web wiki.

Biak Massacre

On July 1, 1998 (the anniversary of the unsuccessful 1971 Papuan declaration of independence) Biak was the scene of what is commonly known as the ‘Biak Massacre’ or ‘Bloody Biak’. Native Papuan people and members of the Organisasi Papua Merdeka (Free Papua Movement), raised their traditional flag, ‘The Morning Star’, at Kota Biak water tower and camped there for the next six days.[1]

At 5:30am on July 6, 1998 the demonstration was fired upon by the Tentara Nasional Indonesia (TNI or Indonesian Military). Many were cut down attempting to flee. Survivors were rounded up and forced to the docks where they were kept for the several days while further demonstrators were caught.

About 200 of the original demonstrators were forcibly loaded onto two Indonesian naval vessels and taken to two different locations to be thrown into the ocean. In the following days, bodies washed up on Biak’s shores, or were snarled in fishing nets. The TNI explained that the bodies turning up belonged to victims of the Aitape tsunami which occurred approximately 1000 km away in Papua New Guinea.

Hanya sekedar berpendapat, bahwa sy yakin di setiap negara termasuk di Indonesia pasti ada organisasi yang berorientasi ke arah makar, besar dan kecilnya tergantung dari pemerintah yang memimpin dalam memberikan rasa keadilan, ketentraman serta kesejahteraan. Tiga aspek penting tersebut jika tidak muncul, maka akan menciptakan kesenjangan sosial yang begitu amat curam, dan bisa menyulut api amarah sebagian warga, dan celakanya jika negara luar ikut campur dan tidak bijak dalam gerakannya maka makar pun akan sulit untuk dihindari.

Mengenai “BIAK TRAINING CENTER”

Nama Biak pun dipakai oleh pasukan tentara amerika (Oregon State) sebagai nama tempat untuk latihan militernya, hal itu dimungkinkan karena sejarah peperangan antara Amerika dan Jepang yang berlangsung selama Perang Dunia II 27 Mei 1944 hingga 20 Juni 1944 dan terjadi di Pulau Biak dan telah memakan korban bagi kedua belah pihak

The capture of Biak Island cost the Americans 474 killed, and 2,400 wounded, the Japanese lost 6,100 killed and 450 captured.

Awalnya kaget ketika menemukan website BIAK TRAINING CENTER ini karena yang pertama terlintas di pikiran adalah, wah kok ada militer asing yang latihan di bumi pertiwi, apa maksudnya ? buat apa? apa manfaatnya bagi bangsa kita? bentuk teror diam2 kah ini?? terlebih ketika ditelusuri lanjut begitu detailnya penjelasan sarana, strategi dan event yang diadakan di Biak Training Center ini, tanpa sepatah kata pun dimunculkan nama Indonesia, apalagi bendera kita. Kemudian, pada sub-page Land Use Agreement-nya kok kosong??? weleh….2x

Mudah2an benar adanya bahwa kegiatan latihan militer US ini ga berlangsung di tanah air kita, dimanapun letaknya…sebab buat apa??? lahan kita dipakai untuk latihan bagi mereka yang bisa saja dikemudian hari kita yang diserang atau negara terdekat dengan kita yang menjadi korban, mengingat posisi Pulau Biak secara geo-politik sangat strategis.K!

“Forget” the pass, think forward future, begin today :)

Biak termasuk dalam koordinat 1°0′0″S 136°0′0″E, Pulau ini pun berhadapan langsung tanpa penghalang dengan samudera pasifik dari arah Barat Laut (NW) hingga Timur Laut (NE), ya itu dia, sangat rawan sekali diterjang ombak ganas dari samudera pasifik, atau pun ombak tsunami yang pernah terjadi, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1996, walaupun luput dari pemberitaan, gelombang setinggi 6 meter meluluhlantahkan segala sesuatunya di daerah sekitar pantai utara Pulau Biak, sebagai efek dari gempa yang berkekuatan 7 Skala Richter dan secara tragis memakan korban hingga 102 jiwa dan dilaporkan sekitar 50 orang hilang. :( .

Tapi, ada sisi lain manfaat dari tata letak dari pulau ini, bahkan menjadi incaran warga dunia, simak salah satu contohnya, pernah dihembuskan rencana bahwa pemerintah Rusia pada tahun 2005 berkomitmen untuk meluncurkan roket dan satelit dari Pulau Biak karena lokasi yang strategis serta berada tidak jauh dari lautan. Hal tersebut tidak begita di ekspos media atau bagaimanakah rencana kelanjutannya ?

saya pernah baca hembusan wacana pemerintah mengenai mega proyek di pulau ini, melalui “Biak Space Port” – LAPAN- karena Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis khatulistiwa. Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis khatulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa. Hal ini menandakan bahwa dibalik kelemahan ada kekuatan besar yang tersembunyi.

Sekian dan Se-engga-nya lewat ketikan ini sy pribadi jadi tau sisi-sisi informasi mengenai Pulau yang letaknya jauuuuuuuh dari rumah sy berada :) dengan harapan menjadi setitik semangat ke-indonesiaan-kita bersama untuk menjaga keutuhan dan kebhinekaan yang merupakan aset  kekayaan bangsa dari campur tangan bangsa luar yang bisa mengancam kedaulatan atau pun harga diri bangsa.. MERDEKA!! :D