Pilih Lembur atau Jantung ????

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kerja lembur bisa membahayakan jantung anda. Studi yang dilakukan atas 6.000 pegawai kantoran di Inggris selama satu dekade menunjukkan kerja lembur tiga jam per hari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 60 persen.

Selain penyakit jantung, bahaya yang ikut terdongkrak adalah penyakit arteri koroner dan kematian karena gangguan pada jantung. Risiko ini makin jelas jika pekerja memiliki faktor lain seperti merokok, obesitas, dan kolesterol tinggi.

Marianna Virtanen, PhD dari Finnish Institute of Occupational Health and the University College London, mengatakan bekerja lembur dikaitkan perilaku agresi, permusuhan, daya saing, tekanan psikologis, dan masalah tidur.

“Keseimbangan antara kerja, waktu luang, dan keluarga mungkin lebih penting bagi jantung ,” kata pemimpin penelitian ini. Penelitian ini dipublikasikan secara online di European Heart Journal. Penelitian ini dibiayai British Heart Foundation dan U.S. National Institutes of Health.

Penelitian ini dimulai pertengahan 1980-an. Data mengenai jam kerja diteliti dimulai pada awal 1990-an. Saat awal penelitian, usia pekerja pada rentang akhir 30-an dan awal 60-an. Mereka diikuti selama rata-rata 11,2 tahun untuk analisis soal kerja lembur. Hasilnya, ada 369 kejadian serangan jantung, arteri koroner atau kematian karena masalah jantung.

Lembur satu atau dua jam dianggap normal untuk satu hari kerja di Inggris. Dampak terhadap kesehatan jantung juga kecil. Namun kerja 10 jam sehari menaikkan risiko penyakit jantung hingga 60 persen.

Virtanen mengatakan temuan itu masih perlu ditindaklanjuti. “Kita juga perlu penelitian lebih lanjut termasuk kaitannya dengan diabetes tipe 2,” katanya. Virtanen mengatakan tidak jelas apakah temuan berlaku untuk pekerja kasar, yang memiliki cara kerja yang berbeda dengan orang kantoran.

Kiat Menghindari Lembur

Selama ini banyak karyawan atau pekerja yang terpaksa lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tidak tuntas pada saat jam kantor (office hour). Bahkan kadang, jika pekerjaan begitu menumpuk dan deadline semakin mendesak, lembur di hari libur pun mau nggak mau terpaksa dilakukan.

Tetapi pada dasarnya setiap karyawan selalu ingin menghindari lembur, kecuali para pekerja yang workhaholic. Pulang tepat waktu atau kalau perlu pulang lebih cepat, selalu ingin dilakukan oleh para pekerja. Lagipula terlalu sering lembur bukan berarti anda akan dianggap karyawan yang loyal. Justru anda bisa dicap lamban dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan tidak mampu bekerja on time.

Maka usahakan agar pekerjaan anda selesai pada saat yang ditentukan. Untuk itu, anda harus mengefektifkan waktu delapan atau sembilan jam kerja setiap harinya, agar anda tidak perlu lembur. Debra Benton, ahli strategi karir di Fort Collins Colorado, memberikan tips singkat agar anda terhindar dari kerja lembur. Simak deh:

Buat prioritas

Buatlah skala prioritas dalam mengerjakan tugas. Lakukan tugas yang cukup berat dan penting di pagi hari, saat anda masih dalam kondisi fresh. Kemudian lakukan tugas berikutnya sesuai prioritas yang anda tentukan. Hingga saat jam kerja berakhir, tugas anda hari itu pun tuntas pula.

Untuk menjamin bahwa anda tidak akan lembur, majukan deadline dari jadwal biasanya. Kalau deadline biasa jam 5 majukan jam 4 atau jam 3. Untuk mengejarnya, kalau perlu datanglah lebih cepat dari waktu biasa.

Hindari hal-hal yang mengganggu

Efektifkan waktu anda setiap hari dari hal-hal mengganggu yang akan memangkas waktu anda. Ngerumpi dengan teman kantor, ngobrol di telepon atau di chat room di internet, harus anda hindari saat jam-jam sibuk. Jika ada yang menginterupsi waktu anda dengan hal tersebut katakan dengan tegas bahwa anda sedang sibuk. Agar lawan bicara tak tersinggung tawarkan waktu saat istirahat.

Rapat sebelum istirahat

Jika anda berwenang memimpin rapat, lakukan sekitar jam 11:00. Karena biasanya jam 11 merupakan saat-saat menjelang makan siang dan orang lebih suka bicara langsung ke sasaran tanpa basa-basi lagi.

Bijak memanfaatkan teknologi

Akan sangat bijak jika selama di kantor anda mematikan ponsel atau tak terlalu asyik berikirim sms, bermain e-mail dan chatting. Kecuali tentu saja untuk urusan pekerjaan. Karena tanpa sadar, hanya dengan berkirim SMS misalnya, waktu anda sudah tersita cukup banyak.

Istirahat secukupnya

Manfaatkan waktu istirahat dengan baik. Makan siang bersama teman-teman merupakan kegiatan yang pas anda lakukan saat jam istirahat. Karena makan siang akan menambah energi dan semangat anda untuk bekerja. Tapi saat jam istirahat usai, segeralah kembali ke kantor. Jangan larut dalam obrolan yang nggak perlu. Toh waktu satu jam cukup kan untuk makan siang sambil bersosialisasi?

Nah sudahkah anda melakukan cara-cara tersebut agar terhindar dari lembur? Jika pekerjaan anda selalu selesai tepat waktu anda tentu akan lebih lega. Anda bisa segera pulang menemui keluarga tercinta dan menghabiskan malam-malam yang hangat bersama mereka. Bukankah ini sangat berarti bagi anda setelah seharian bekerja? Selamat menghindari lembur..! (artikel dunia kerja)

Disadur dari:

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/05/16/brk,20100516-248093,id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s