Bunuh Diri Gara-gara Korupsi!

Pria kelahiran 1945 ini menembakkan senjata kedadanya di depan pusara ibu tercinta, selasa (8/2) pagi.

Di antara sekian banyak ragam kekayaan budaya kita, ada satu budaya yang sangat sulit dihilangkan, yakni budaya KORUPSI, laten memang mulai dari hulu hingga hilir, banyak dari kita bosan bertanya, bagaimana cara menghilangkan budaya ini!?

Sy hanya mereka-reka, coba kita berimajinasi tentang kata “sebuah ekosistem” yang telah kita pelajari sejak di bangku smp, dalam suatu ekosistem, terdapat populasi dan populasi tersebut survive dengan membentuk “rantai makanan”. Keberlangsungan proses dari rantai makanan tersebut tidak lepas dari faktor keseimbangan, baik dari segi jumlah maupun intensitas.

Ambil contoh fenomena “ulat bulu” yang terjadi belakangan ini ramai terjadi di indonesia (semoga tidak menjadi wabah), “Fenomena serangan ulat bulu di permukiman dan lahan pertanian desa-desa di Probolinggo, Jawa Timur, mengindikasikan terganggunya keseimbangan ekosistem setempat. Pola tanam monokultur, hilangnya predator dan parasit, serta cuaca ekstrem menyebabkan populasi herbivora itu tak terkontrol“, ungkap Siti Nuramaliati Prijono (LIPI) .

Sistem, itulah yang mengatur hidup dan kehidupan budaya, contoh sederhana lainya, dalam suatu lahan sawah, hama yang biasa dijumpai ialah serangan tikus, tapi apa yang terjadi ? pembasmian terhadapa hama jenis ini berlangsung secara alami, predator tikus seperti ular berkeliaran memakan hama ini, dan akhirnya panen padi pun didapat dengan mulus.

Sama halnya dengan korupsi, yang kini sudah menjadi bagian dari “rantai makanan” dalam ekosistem populasi bangsa Indonesia, dan predator yang alami bagi sang tikus berdasi adalah “BUDAYA MALU”. dan ibarat fenomena ulat bulu, budaya ini sedang atau masih terganggu jumlah dan intensitasnya yang rendah!

Sama halnya dengan korupsi, yang kini sudah menjadi bagian dari “rantai makanan” dalam ekosistem populasi bangsa Indonesia, dan predator yang alami bagi sang tikus berdasi adalah “BUDAYA MALU”.

Rasa malu gara-gara tersandung kasus korupsi memang patut diacungi jempol. Namun, jalan menteri pertahanan Filipina, Angelo Thomas Reyes, tentu bukan pilihan. Pria kelahiran 1945 ini menembakkan senjata kedadanya di depan pusara ibu tercinta, selasa (8/2) pagi.

Aksi nekat itu dilakukan Reyes di tengah penyelidikan kongres Filipina atas penggunaan dana militer senilai 1 juta dolar AS untuk kepentingan pribadinya.

Direktur kepolisian Distrik TimurFrancesco Manalo seperti dikutip Bloomberg, menyebutkan, Reyes menghabisi dirinya di pemakaman Loyola Memorial Park di Marikina.

Sebelum melakukan aksinya, Reyes sempat meminta anaknya, ajudan dan pengawal untuk meninggalkan selama beberapa saat. Namun, belum jauh para pendampingya pergi terdengar suara tembakan dari arah Reyes berada. Mantan mentri lingkungan hidup dan sumber alam ini menghabisi dirinya menggunakan pistol kaliber 45. Peluru itu menembus jantung yang membuatnya jatuh terkulai bermandikan darah. Ayah lima anak ini menghembuskan nafas terakhir 45 menit setelah dilarikan ke Quirino Labor Memorial Hospital.

Francesco Soria Manalo, pejabat kepolisian senior, mengatakan masih menunggu hasil autopsi yang harus disahkan kepolisian Filipina. “Kami masih menantikan hasil laporan itu secara lengkap”, kata Manalo.

Nama Reyes beserta sejumah pejabat Filipina lainnya disebut-sebut terlibat dalam transaksi bisnis senilai 1,1 juta dolar AS untuk tuap orang sebagai dana pensiun. Namun, pernyataan yang dilontarkan mantan pejabat anggaran militer george Rabusa dalam keteranganya di depan Kongres itu, dibantah Reyes.

Semasa pemerintahan mantan presiden Joseph Estrada, Reyes sempat menjabat sebagai kepala staf angkatan darat. Namun jabatan itu tidak lama diemban karena Reyes memilih mengundurkan diri dan bergabung dengan aksi damai yang saat itu mengusung Gloria Arroyo untuk menjadi presiden Filipina. Reyes adalah salah satu otak dari penggulingan Estrada di tahun 2001 dari jabatannya.

Belakangan Reyes terpilih menjadi mentri pertahanan pada masa pemerintahan Arroyo pada 2001 hingga 2003. Jabatan terakhir Reyes adalah mentri energi Filipina yang dijabat 2007 hingga 2010 lalu. oleh Hiru Muhammad (Republika 11/02/2011).

Kenapa tidak aparat hukum serta pihak terkait lainnya seperti polisi, jaksa atau KPK dll? karena mereka bukan predator alami, seperti halnya petani membasmi hama dengan pestisida, yang terjadi ialah jika melampaui batas pemakaian atau bisa berarti batas agar tetap seimbang atau juga bermakna batas agar tetap jujur dan adil, makan hasil panennya lah yang akan menyerang kesehatan pemakai karena racun pestisida yang dikandungnya. Tapi predator koruptor ini wajib diperlukan sebagi kontrol hukum dan keadilan, namun budaya malu juga harus diterapkan di tiap elemen bangsa ini!

cmiiw!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s