Kedamaian dan Keindahan Manokwari jangan dirusak oleh “tsunami” ini!

Masih diseputaran Indonesia Timur, Manokrawi menjadi bagian selanjutnya dari garis equator yang dilalui dari arah timur ke barat setelah Pulau Biak dan sekitarnya.

Bird Head,  West Papua

Secara administratif Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia. Manokwari juga merupakan ibukota Kabupaten Manokwari. Kota ini memiliki luas wilayah 18.746 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 150.000 jiwa. Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua.

Papua Barat, pusat pemerintahannya ialah Manokwari, terdiri dari 10 Kabupaten, yakni: Fakfak  • Kaimana  • Manokwari  • Maybrat  • Raja Ampat  Sorong  • Sorong Selatan  • Tambrauw  • Teluk Bintuni  • Teluk Wondama🙂

Manokwari, alam yang masih asli dengan kekayaan darat, laut, sejarah dan seni budaya menjadikan Manokwari sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Untuk mendukung hal tersebut beberapa kawasan khusus telah didirikan seperti Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang dibentuk untuk konservasi biota laut dan pengembangan wisata bahari, Cagar Alam Pegunungan Arfak untuk konservasi flora-fauna endemik dan kepentingan studi alam, Pulau Mansinam yang menjadi kawasan wisata religius bagi momen Pekabaran Injil di tanah Papua.

Tempat-tempat wisata lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Danau Kabori, terletak 20 km di utara Manokwari yang dapat dicapai dengan kendaraan umum. Danau ini memiliki pemandangan yang indah serta ideal untuk memancing dan hiking. Obyek wisata lain adalah Pantai Amban yang menghadap ke Samudera Pasifik, pantai ini memiliki ombak setinggi 2 meter, terletak 5 km di sebelah timur kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat selama 10 menit.

Pantai ini ideal untuk selancar angin, ski air dan aktivitas olah raga pantai lainnya, di waktu pagi dapat dinikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) dan mengamati kehidupan penyu. (sumber)

Jika boleh diungkapkan, kota ini merupakan kota spesial bagi umat kristen di Papua umumnya dengan alasan pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan suku-suku yang masih suka berperang satu sama lain. Rupanya juga Pulau Mansinam ini tidak bisa dipisahkan dari Kota Manokwari,

Pulau Mansinam  terletak di teluk doreri sebelah selatan kota Manokwari ,dengan luas 410,97 Ha, dan dengan Perahu Tradisional atau Long Boat adalah sarana transportasi yang digunakan mengunjungi pulau ini dalam 10-15 Menit waktu tempuh.

Terdapat Gua Kelelawar yang menarik , alam pantai yang indah dan nyaman melakukan kegiatan berenang dan berperahu. Menyelam di dasar laut sekitar pulau ada beberapa bangkai kapal yang tentunya menjadi objek  daya tarik tersendiri .

Pulau mansinam juga menyimpan kenangan sejarah awal peradaban di Tanah Papua ,Situs Gereja, Rumah, Asrama, Sumur Tua dan beberapa Makam Zendeling adalah bukti sejarah yang masih dapat ditemui di sini. Mansinam, yang merupakan suatu pulau yang terletak di Manokwari, Papua Barat menyaksikan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dengan mengenal  indahnya pemandangan langit dan laut yang biru ,sebagai pemandangan tanpa batas .

Langit yang biru dan laut nanbiru menyatu tanpa pembatas, suatu pemandangan  yang langka yang dapat kita lihat sambil berjalan jalan di pantai berpasir putih yang alami dan mengagumkan, juga melihat kampung-kampung nelayan, serta berenang di pantai (sumber)

Sama halnya dengan Pulau Biak, daerah manokwari pun berhadapan langsung dengan luasnya Samudera Pasifik di sebelah utara. Sehingga potensi tsunami melanda daerah ini ialah sangat memungkinkan, memang tidak seluruh wilayah, hanya sebagian.

Tsunami yang datangnya dari gelombang laut memang berbahaya dan itu belum terdengar menyerang daerah ini, namun ada tsunami yanghampir menyerang daerah ini, yakni datangnya dari perda pemerintah yang banyak bersinggungan dengan kebebasan beribadah.

Memang setiap daerah memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing. Termasuk Manokwari, sekitar tahun 2006 tiba-tiba saja Kota Manokwari dikenal umat Islam nusantara. Kota yang terletak di kepala burung pulau paling timur Indonesia (Papua) itu menjadi pusat perhatian. Pasalnya, di kota itu akan diterapkan peraturan daerah yang berbasis pada Injil. Dalam Perda tersebut terdapat peraturan yang bisa menyakitkan hatu umat muslim, 1. Perempuan Menggunakkan Jilbab, 2. Mengumandangkan Adzan keras-keras, 3. Melakukan pembagunan Masjid.dst.

Tapi ya syukurlah, itu tadi hanya sekedar usulan belum pernah diajukan secara resmi atau dibahas oleh pemerintah daerah. PGI (Persatuan Gereja-gereja Indonesia) dan KWI (Konferensi Wali gereja Indonesia) sebagai organisasi tertinggi umat kristen di Indonesia bahkan sudah menyatakan menolak wacana ini.

Saat itu, diamini pula oleh Marthin Luther sbg sekwilda Papua Barat ‘Saya kira itu sekelompok kecil ya. Itu tidak disetujui semua. Termasuk saya tidak setuju. Gubernur juga tidak setuju. Dewan Gereja pun demikian. Banyak yang tidak setuju.’

Setelah disinyalir ada pihak ketiga yang membuat. Karena perda itu kan harus disidangkan oleh DPRD, dibuat oleh bagian hukum. Ternyata tidak pernah disidangkan itu. Tidak pernah ada.

Jadi kelihatan ada pihak ketiga yang mau membuat seperti Poso kedua di Papua. Karena kota ini kota damai. Karena sudah dibuat sebagai kota Injil-kota Damai. Untuk nama itu sudah di-perda-kan oleh bapak Bupati. Sumber

Tuh, benarkan! jika memang terwujud rancangan ini, terlalu kontras aspek diskriminasinya, bolehloah studi banding ke Aceh yang kini sudah menerapkan perda syariat Islam yang berusaha adil dalam mengayomi berbagai keyakinan yang ada. Tidak ada gejolak yang berarti!

Untungnya pihak penguasa dalam hal ini Gubernur dan jajarannya bisa bijak dalam menanggapi kasus calon tsunami tersebut, salute. Riakkan sekelompok laknat yang memiliki misi dan kepentingan tertentu untuk merusakan kedamaian di kota Manokwari harus kita cermati dengan cerdas, tidak dengan emosi.😀

Keadilan, itu lah kunci utama sebagai seorang pemimpin.

Masyarakat Indonesia yang majemuk menjadi sorotan kelompok tertentu yang iri atas kedamaian yang kini berlangsung di ranah bumi pertiwi. Semoga para pemimpin kita diberi keteguhan dan kekuatan untuk memberikan rasa keadilan yang sesungguhnya terhadapa rakyat Indonesia dimana pun berada!

Inilah Manokwari, daerah Indonesia timur yang disinggun oleh garis yang membagi bumi menjadi 2 bagian, antara utara dan selatan.

Hidup Manokwari!

🙂😀

Dikutip dari berbagai referensi di atas *link

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s