Al-Razi Dunia Barat Menyebutnya Rhazes

Sejatinya, generasi Islam sekarang hendaknya memiliki kemampuan dalam mencontoh semangat belajar al-Razi.


(Iran, 865 M – Iran, 925 M)

Al-Razi adalah tokoh muslim yang tidak suka menghabiskan waktu hanya berdiam diri tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat yang menambah ilmunya. Dalam usianya yang relatif remaja, al-Razi sudah tekun menuntut ilmu dari sejumlah ilmuwan. Karena pemikirannya, al-Razi menjadi tempat menimba ilmu serta menjadi rujukan banyak kalangan. Di barat dikenal dengan sebutan Rhazes. Lahir di Ray, Iran tahun 865 M. Nama populernya adalah Abu Bakar al-Razi. Dibidang pengobatan, al-Razi pernah berguru kepada Humayun bin Ishaq di Baghdad kemudian menerapkan apa yang diperolehnya itu dengan melakukan pengobatan terhadap pasien yang menderita penyakit. Dalam beberapa waktu kemudian, kareana dianggap berkompeten di bidang medis, al-Razi di angkat menjadi direktur di sebuah rumah sakit megah yang berada di wilayah Ray dan Baghdad.

 Di bidang ini ada sebuah karya al-Razi yang sangat berharga yang berjudul al-Hawi. Buku ini merupakan rangkuman dari ilmu kedokteran Arab, Yunani bahkan Syiria. Demikian bermutunya, buku tersebut diselesaikan dalam rentang waktu yang amat lama, sekitar lima belas tahun, terdiri dari 20 jilid. Dalam karya terjemahan yang bernama Continens telah berkali-kali dicetak ulang sejak tahun 1486. Karena kepopulerannya ini bahkan al-Razi dijuluki sebagai ilmuawan kedokteran setelah Ibnu Sina.

Penelitiannya yang mutakhir tentang berbagai penyakit adalah suatu hal di antara banyak hal yang dilakukannya guna mendapatkan penawar (obatnya). Diantaranya adalah mengenai penyakit cacar dan campak yang banyak membawa korban kala itu. Penyakit campak menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan. Pendapatnya disampaikan dalam bukunya yang berjudul al-Judari wa al-Hasbah. Dalam buku tersebut, al-Razi memberikan komentarnya soal fenomena penyakit cacar termasuk gejala-gejala yang dialami oleh penderita.

Di tengah-tengah kesibukannya dalam mendalami berbagai ilmu pengetahuan al-Razi juga mengisi waktunya dengan mempelajari musik termasuk musik instrumen atau alat-alat music. Ketakjubannya terhadap musik kemudian dibukukannya dalam karyanya yang berjudul Fi Jamal al-Musiqi (Keindahan Seni Musik). Pada tahun 925 al-Razi wafat kemudian di daerah kelahirannya di Ray, Iran. Sejatinya, generasi Islam sekarang hendaknya memiliki kemampuan dalam mencontoh semangat belajar al-Razi.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s