Al Kindi Ilmuwan Sekaligus Musisi Mashur

Al-Kindi bukan pribadi statis yang menyukai dan mempelajari satu subyek ilmu. Al-Kindi mengetahui bahwa ilmu Allah meliputi langit dan bumi serta tidak mampu dan tidak habis bila ditulis dalam hamparan bumi.


(Kufah 801 M – 873 M)

Seorang filsuf yang berasal dari suku Kindah. Keluarga bangsawan putra dari gubernur Kuffah di masa pemerintahan Khalifah al-Mahdi (775 – 758 M) dan Khalifah  Harun ar-Rasyid (785-809 M). Banyak sumbangannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Lebih dari 240 karya yang pernah dihasilkan di berbagai disiplin ilmu termasuk politik, kimia, matematika, astronomi, filsafat, fisika dan kedokteran. Keluasan ilmunya terlihat sejak muda terutama saat berangkat ke Baghdad yang saat itu sebagai salah satu pusat peradaban ilmu agama dan umum. Kemudian bergabung dalam Baitul Hikmah, yakni lembaga ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Khalifah al-Ma`mun pada tahun 813 M.

Lembaga ini berupaya untuk memajukan dan mengembangkan dunia ilmu pengetahuan, diantaranya menjelaskan dan menterjemahkan karya-karya ilmiah para ilmuwan Yunani yang berguna sebagai referensi bagi kalangan ilmuwan muslim. Selain bergabung dalam Baitul Hikmah, sebagai wujud dari kecintaannya pada ilmu pengetahuan, al-Kindi juga mendirikan perpustakaan pribadi yang bernama al-Kindiah. Namun kemudian disita pada khalaifah al-Mutawakkil dan diberikan kepada keluarga bani Musa (ahli matematika) namun dikembalikan lagi kepada al-Kindi.

Al-Kindi bukan pribadi statis yang menyukai dan mempelajari satu subyek ilmu. Al-Kindi mengetahui bahwa ilmu Allah meliputi langit dan bumi serta tidak mampu dan tidak habis bila ditulis dalam hamparan bumi. Karena itu banyak ilmu lain yang dipelajarinya seperti ilmu hitung maupun astronomi. Karya yang dihasilkan diantaranya  Risalah fi Madkhal ila al-Aritmathiqi (Suatu Pengantar Ilmu Hitung), Risalah fi al-Kammiyat, al-Mudhafah (Jumlah Relatif), Risalah fi Istikhraj Alat wa amaliha Yustakhraj biha ab`ad al-Jram (Susunan sebuah Instrumen untuk Menentukan Besarnya Objek-objek yang Diamati). Di bidan musik pun al-Kindi termasuk menghasilkan berbagai teori musik termasuk dalam pemberian kunci nada serta gelombang bunyi. Pendapatnya yang pernah menjadi perdebatan ulama adalah masalah filsafat yang dianggapnya tidak bertentangan dengan Al quran. Selain itu, sebagai filsuf, al-Kindi dikenal sebagai ahli kimia yang berhasil menciptakan sejumlah alat perang, minyak wangi maupun perhiasan. Pada tahun 1950 ditemukan 25 risalah al-Kindi yang kemudian dibukukan dalam Rasa`il al-Kindi al-Falsafiyyah.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s