Al-Dinawari Bapak Botani Dunia

Layaknya seorang muslim sejati, al-Dinawari serta merta bereksperimen secara sekuler dengan dan tanpa mengaitkan eksperimennya dengan tuntuan yang ada di dalam Islam.

(Dinawari 820 M – Hamadan, 896 M)

Sebagai seorang murid yang pandai al-Dinawari disegani oleh teman sekaligus gurunya. Sejak muda memiliki semangat tinggi dalam mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan agama maupun umum, termasuk tafsir, fikih, sastra sejarah serta ilmu pengetahuan umum seperti matematika, astronomi bahka botani, ilmu hewan serta kebudayaan dan mesin.

 Al-Dinawari Lahir pada tahun 820 M di daerah Dinawari. Walapun mempelajari berbagai kajian agama, namun kecenderungan al-Dinawari terhadap ilmu pengetahuan yang lebih bersifat umum tidak dapat disangsikan. Dalam menunjang dan mengembangkan keilmuannya al-Dinawari banyak melakukan penelitian – penelitian konstruktif untuk menghasilkan teori dan aplikasi yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pengetahuan. Penelitian- penelitian tersebut menjadi bagian penting dalam aktivitas hidupnya sehari-hari.

Di antara penelitian yang dilakukan adalah di bidang ilmu tumbuh-tumbuhan atau populer disebut dengan botani. Layaknya seorang muslim sejati, al-Dinawari serta merta bereksperimen secara sekuler dengan dan tanpa mengaitkan eksperimennya dengan tuntuan yang ada di dalam Islam. Al-Dinawari membuat gerakan yang luar biasa dengan mensinergikan hadist yang memiliki korelasi baik langsung dan tidak langsung terhadap penelitiannya tentang tumbuh-tumbuhan. Hasil pengamatannya kemudian dibukukan dalam karya besar tentang tumbuh-tumbuhan yang berjudul al-Nabat.

Kitab ini sangat unik karena memuat lebih dari Sembilan ratus jenis tumbuhan yang ada di dunia flora yang di skema berdasarkan urutan abjad arab. Selain tu, termuat juga jenis serangga dalam dunia flora seperti lebah yang dianggap banyak membawa manfaat dalam mengobati berbagai penyakit. Rasa haus terhadap pencarian ilmu, nampaknya tidak menjadikan al-Dinawari hanya mempelajari satu subyek ilmu saja, di bidang matematika misalnya, ada karyanya yang dibukukan dalam kitab al-Jam wa`l-Tafriq yang berisi tentang aritmatika. Dalam bidang sejarah ada karyanya yang berjudul Akhbar al-Tiwal  tentang sejarah umum di bidang sastra ada kitab al-shirara tentang puisi dan sajak. Di bidang fikih dan tafsir ada sekitar 13 kitab yang dihasilkannya. Meski meninggal pada 896 M silam namun hingga kini ilmunya masih menjadi rujukan bagi kalangan ilmuwan baik semasanya maupun sesudahnya.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s