Al-Khawarizmi Bapak Ilmu Hitung Dunia

Dalam penguasaan terhadap ilmu geografi, al-Khawarizmi membuktikannya dengan menulis buku yang berjudul Suratul ardhi (Peta Dunia) yang memberikan klasifikasi terhadap bumi menjadi tujuh wilayah yang disesuaikan berdasarkan iklim. Buku ini menjadi rujukan ilmuwan dalam menggambar peta.

(Uzbekistan, 780 M – Baghdad, 848 M)


Adalah tokoh muslim yang berhasil menemukan ilmu aljabar dan ilmu hitung. Di barat namanya lebih dikenal dengan sebutan Algorisme, Ilmuwan muslim yang berhasil banyak mengembangkan ilmu pengetahuan tentang matematika (780 – 850). Jika di Indonesia populer dengan konsep logaritma. Logaritma adalah bagian terkecil dalam sub-sub bahasan yang terdapat dalam pelajaran hitung pada umumnya. Banyak ilmuwan barat kemudian mengadopsi hasil karya al-Khawarizmi dalam banyak hal. Awal karirnya dimulai dari keinginan ayahnya untuk memasukkan al-Khawarizmi menjadi pegawai di istana al-Ma`mun.

Ayahnya, Musa bin Syakir kebetulan menjadi pegawai disana. Saat mengetahui bahwa anaknya sangat cerdas, al-Ma`mun menginginkan al-Khawarizmi bergabung dalam Baitul Hikmah, yakni sebuah lembaga ilmu pengetahuan sebagai sarana bagi para ilmuwan untuk mengembangkan kemajuan ilmunya. Serta menterjemahkan berbagai literatur dalam berbagai bahasa, diantaranya Yunani, Arab dan Cina. Sebagai seorang ilmuwan, al-Khawarizmi senang bergaul dengan banyak orang termasuk para ilmuwan yang lebih populer darinya. Kepandaiannya yang luar biasa, menjadikan al-Khawarizmi mampu menghasilkan penemuan yang belum ditemukan sebelumnya. Dalam penguasaan terhadap ilmu geografi, al-Khawarizmi membuktikannya dengan menulis buku yang berjudul Suratul ardhi (Peta Dunia) yang memberikan klasifikasi terhadap bumi menjadi tujuh wilayah yang disesuaikan berdasarkan iklim. Buku ini menjadi rujukan ilmuwan dalam menggambar peta.

Di bidang astronomi, al-Khawarizmi terkenal dengan tabel perhitungan yang dapat digunakan untuk mengukur kedalaman bumi. Dalam ilmu hitung misalnya, al-Khawarizmi mampu melakukan berbagai pemikirian kritis dari ilmuwan Yunani kemudian melakukan perbaikan serta pengembangan yang lebih baik. Di antara karya di bidang ilmu hitung ialah Hisab al-Jabar wal Muqabalah mengenai persamaan linier dan kuadrat. Selain itu, ada asal-usul mengenai angka-angka mulai dari nol serta tanda-tanda negatif yang belum terdapat dalam ilmuwan Arab. Berbagai karya besarnya sempat menjadi acuan di Universitas-universitas di Eropa sampai abad 16. Al-Khawarizmi wafat pada tahun 847 M dalam usia 67 tahun dengan gelar sebagai bapak ilmu matematika karena kontribusinya yang sangat besar bagi kemajuan ilmu hitung.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s