Abdul Qadir Al-Jailani Ulama dan Sultan Para Auliya`

Ada Hikayat yang menyebutkan bahwa al-Jailani pernah menginsafkan seorang kepala perampok yang kala itu mau merampas harta miliknya.

(Jilan 1077 M – Baghdad 1166 M)

Bayak kalangan yang menyebutnya sebagai ulama sekaligus Sulthanul Auliya` (Raja para Wali). Ulama ini sangat terkenal baik dizamannya hingga sekarang. Masyarakat di daerahnya memanggil dengan nama al-Ajami. Dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti menakiban selalu disebut-sebut nama Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam bertawassul. Lahir di Jilan pada tahun 1077 M. Sekalipun berasal dari kalangan miskin, namun al-Jailani berasal dari keluarga yang taat beragama. Kedua orang tuanya adalah sufi yang zuhud. Karena itu sejak usia remaja al-Jailani telah menunjukkan keistimewaan-keistiwewaan yang dimiliki olehnya. Sejak ayahnya meninggal dunia ketika masih anak-anak, al-Jailani dibesarkan oleh kakeknya, Sayid Abdullah as-Sauma`i. berkat bimibingan kakeknya, al-Jailani memiliki jiwa yang tegas dan wara.

Ada Hikayat yang menyebutkan bahwa al-Jailani pernah menginsafkan seorang kepala perampok yang kala itu mau merampas harta miliknya. Namun karena al-Jailani jujur mengatakan apa saja yang dimilikinya, maka kepala perampok tersebut masuk Islam dan menjadi muridnya. Al-Jailani menuntut ilmu dari ulama terkenal terutama yang bermazdhab Hambali. Setelah mendapat restu dari beberapa gurunya, al-Jailani mengajarkan ilmu agama serta mendirikan Tarikat Qadiriyah yang berpusat di Baghdad. Tarikat ini berkembang luas termasuk di Indonesia. Dalam menyampaikan ceramahnya banyak nonmuslim uang mengungkit pengajian yang diadakannya dan masuk Islam. Hal itu tidak lepas dari ceramahnya yang menggugah hati.

Al-Jailani termasuk tokoh mashur yang tidak pernah kompromi dengan penguasa yang zalim. Keteguhannya ini membuat penguasa pada saat itu diantanranya Khalifah al-Muktafi (531 – 555 H/1136-1160 M) menjadi segan terhadapnya. Abdul Qadir al-Jailani menikah pada usia yang sudah tua yaitu 41 tahun dengan memiliki empat istri serta dikaruniai 49 anak, terdiri dari 20 orang putra dan 29 putri.

Beberapa karya al-Jailani juga tersebar di berbagai negara di dunia. Diantaranya al-Fath ar-Robbani (Pembuka Ketuhanan), Futh al-Ghaib terbukanya hal-hal yang ghaib berisikan berbagai khutbahnya yang dibukukan oleh Abdur Razzaq, pertama terbit, di Kairo pada tahun 1304. Hingga kini kekeramatan al-Jailani tidak pernah hilang. Namanya selalu harum di kalangan kaum muslimin. Makamnya di Baghdad menjadi tempat ziarah yang banyak di kunjungi kalangan muslimin dari berbagai belahan dunia.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s