Al-Maraghi Cendikiawan Pengembang Ijtihad

al-Maragi dilirik univesitas al-Azhar, almamaternya, dan menjadi rektor pada tahun 1928 dengan usia yang tergolong relatif muda yaitu 47 tahun.

(Mesir, 1881 M – Iskandaria, 1945 M)

Ulama dan ahli tafsir dari al-Azhar, Kairo ini bernama lengkap Muhammad Mustafa al-Maragi. Berasal dari keluarga yang taat, lahir di Maragah, Mesir pada tahun 1881. Dalam pandangan keluarganya, al-Maragi memiliki kecenderungan dan kecerdasan yang baik serta tingkat pemahaman yang brilian. Hal ini telah mendorong orang tuanya untuk memberikan pendidikan yang lebih memadai. Belajarnya memilki peningkatan yang pesat saat masih dalam usia relatif muda, al-Maraghi menjadi lulusan terbaik universitas al-Azhar pada tahun 1904 dan sempat menjadi murid Muhammad Abduh. Dalam pentas politik, pada tahun 1908 sampai 1919 al-Maragi dipercaya memegang jabatan penting di kursi pemerintahan sebagai seorang hakim di Sudan.

Sebab kebenaran tidak mungkin ditemukan hanya melalui fanatisme buta dan sikap intuitif tanpa pembuktian.🙂

Di bidang pendidikan karirnya dimulai dengan mengajar di sekolah di Kairo. Karena reputasinya semakin menanjak, al-Maragi dilirik univesitas al-Azhar, almamaternya, dan menjadi rektor pada tahun 1928 dengan usia yang tergolong relatif muda yaitu 47 tahun. Al-Maragi juga ahli dalam bidang tafsir, hal ini dibuktikannya dengan berbagai karya di bidang tafsir yang pernah ditulisnya seperti tafsir al-Maragi yang terdiri dari 30 jus. Pendapatnya dikenal kritis terhadap interpretasi atau penafsiran kandungan al-Quran. Al-Maragi juga menyampaikan pandangannya terhadap tingkatan ulama usul dalam bukunya yang berjudul al-Fath al-Mubin fi Tabaqat al-Usuliyyin. Selain itu masih banyak lagi karya al-Maragi yang mendapat perhatian di kalangan umat muslimin, seperti:

  • Al Mujaz fi al-Adab al-Arabi
  • Syarh Salasin hadisan
  • Risalah fi Zaujat an-nabi
  • Tahzib at-Taudih
  • Ad-Dinayat wa al-Akhlaq
  • Ulum al Balagah
  • Buhus wa Ara`

Dalam sejumlah pendapatnya, al-Maragi tetap membuka pintu ijtihad dan tidak sepakat dengan ketaklitan yang menjangkit di kalangan kaum muslimin. Karena itu al-Maragi menjadikan akal atau rasio sebagai bagian dari proses berfikir dalam mencapai kebenaran. Sebab kebenaran tidak mungkin ditemukan hanya melalui fanatisme buta dan sikap intuitif tanpa pembuktian.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

2 thoughts on “Al-Maraghi Cendikiawan Pengembang Ijtihad”

  1. salam pagi. . .
    terimaksh atas ilmunya, sy lg nyari rektor al azhar, al maragi tahun berapa masa jabatannya. mas, yang saya punya masukan,
    yang temukan temukan:
    ada ahmad mustafa al-maraghi ada muhammad mustafa al-maraghi
    naah. . .yang menjadi rektor al azhar itu muhammad mustafa al-Maraghi. beliau tidak mengarang tafsir al-maraghi. beliau hanya menafsirkan sekitar 22 kelompok ayat dari ayat2 al-quran.
    sedangkan Ahmad Mustafa al maraghi yang merupakan adiknya, beliau lah yang mengarang kitab al maraghi

    jadi yang mengarang tafsir al-maraghi bukan yang pernah menjadi rektor al azhar. . . .

    1. Terimakasih antas masukan informasinya.
      kesimpulan sementara, ada dua sosok al-maraghi, yakni Mustafa AM, dan Ahmad Mustofa AM. keduanya memiliki peran yang berbeda, satu menjadi rektor sekaligus penafsir al quran, kemudian satunya lagi sebagai pengarang tafsir al maraghi.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s