Hasyim Asy`ari Pendiri Nahdatul Ulama

Konon hasyim pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Hindia Belanda karena jasa-jasanya, namun penghargaan tersebut ditolak oleh Hasyim.

(Jombang, 1871 M – Jombang, 1947 M)

Adalah ulama kharismatik dari Indonesia yang terkenal sebagai pendiri organisasi keagamaan Nahdatul Ulama pada tahun 1926. Organisasi ini lahir setelah terjadi pertemuan komite pertama Hedjaz pada 31 Januari 1926, dengan tujuan untuk mewadahi kepentingan ulama dalam memimpin umat menuju kejayaan Islam.

Hingga kini diperkirakan jumlah jami`iyyah NU mampu mencapai 30 juta jiwa. Sejak kecil Hasyim Asy`ari mendapat pendidikan dari pesantren-pesantren di penjuru tanah air. Diantaranya pesantren Pelangitan, pesantren Bangkalan serta pesantren Siwalan Panji. Hasyim juga menimba ilmu di Mekkah selama beberapa tahun. Sepulang di Mekkah Hasyim mengajarkan ilmu-ilmunya  melalui pesantren yang dibina ayahnya yaitu pesantren Nggedong.

 Hasyim Asy`ari lahir di Jombang pada tahun 1871. Selain pelopor pendirian organisasi Nahdatul Ulama, Hasyim Asy`ari juga mendirikan pesantren Tebuireng pada tahun 1899 bersama sejumlah ulama di Jawa Timur. Tebuireng adalah sebuah desa di Jombang yang dikenal dengan penduduknya yang suka bermaksiat. Karena itu untuk memperbaiki sosio-kultural yang ada di daerah itu, maka salah satu jalannya adalah mendirikan pesantren didalamnya. Dengan ketekunan dan kesabaran, akhirnya perilaku maksiat yang sering dilakukan penduduk di desa itu berangsur-angsur hilang, hingga kini pun desa Tebuireng dikenal dengan desa santri. Selain mengabdi untuk kepentingan umat melalui kegiatan belajar-mengajar di pesantren, Hasyim Asy`ari juga dikenal sebagai pejuang gigih dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi, berkat jasanya itu pada tahun 1964, pemerintah menganugrahi beliau dengan gelar pahlawan kemerdekaan nasional.

 Hasyim Asy`ari memiliki keteguhan dalam memegang nilai-nilai imannya. Konon hasyim pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Hindia Belanda karena jasa-jasanya, namun penghargaan tersebut ditolak oleh Hasyim karena fakor ke-ikhlasan dalam melakukan aktivitas mulianya. Hasyim khawatir bahwa hadiah tersebut akan melunturkan rasa keikhlasannya yang dapat menghanguskan amal-amal baiknya. Sebagai seorang ulama besar dari Jawa Timur, Hasyim mendapat julukan Hadrah asy-Syaikh karena keilmuan yang dimilikinya.

.

.

.

.

.

beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s