Ibnu Rusyd Komentator Aristoteles

Ibnu Rusyd berpendapat bahwa siapa saja yang terkena penyakit cacar maka tidak akan terjadi untuk kedua kalinya.

(Kordoba, 1126 M – Maroko, 1198 M)

Nama populer di negara Barat adalah Aviroes. Ibnu Rusyd lahir pada tahun 1126 M. Keluasan ilmunya meliputi banyak bidang termasuk fikih. Meski bukan yang pertama, Ibnu Rusyd juga ahli dalam bidang kedokteran seperti halnya Ibnu Sina. Hal ini dibuktikannya ketika pada tahun 1182 menjadi dokter di kalangan istana. Dalam berkarir sebagai dokter, Ibnu Rusyd menghasilkan buku yang berisi kajian pada mata. Termasuk pembahasan pengenal bermacam-macam jaringan yang ada di mata. Ada juga pendapatnya mengenai penyakit cacar. Ketika penyakit cacar mulai mewabah termasuk di lingkungan pemerintahan, Ibnu Rusyd berpendapat bahwa siapa saja yang terkena penyakit cacar maka tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Dalam fikih, banyak pertentangan yang terjadi antara ulama dengan gagasan-gagasannya yang sering dianggap keluar dari tuntunan Islam.

Salah satu karakter lainnya adalah suka memberikan argumentasi, terdapat pendapat-pendapat para filsuf terkenal dunia seperti Aristoteles, Plato, al-Ghazali, bahkan al-Farabi. Sekalipun bukan pendebat pertama terhadap tokoh-tokoh sebelumnya.

Ibnu Rusyd juga dianggap sebagai pensarah pertama yang paling berpengaruh di dataran Eropa. Banyak tokoh Eropa melakukan kajian terhadap karya-karya Ibnu Rusyd dalam beberapa bahasa, seperti bahasa latin, dan bahasa Ibrani. Bahkan telah menjadi materi populer di universitas-universitas di Eropa. Pada tahun 1231, buku karangan Ibnu Rusyd sempat dieleminasi di Universitas Paris karena ketidaksukaan Paus (Penguasa Vatikan) terhadap karyanya itu.

Dalam kajian filsafat, Ibnu Rusyd berkeyakinan bahwa kebenaran hakikatnya adalah tunggal, sedangkan manusialah yang menjadikan formulanya berada dalam banyak macam.🙂

Ibnu Rusyd juga menyebarluaskan pendapatnya melalui berbagai kitab yang ditulisnya seperti Tahafut at-Tahafut yang mengkritisi pendapat al-Ghazali, serta Bidayah al-Mujtahid yang berisi fikih perbandingan yang banyak dipakai para intelektual muslim sebagai acuan. Tak kurang 50 karya tulis yang pernah dihasilkan Ibnu Rusyd. Sayangnya, pada tahun 1195 banyak bukunya yang dibakar karena terjadi pertentangan dan fitnah terutama buku yang berkaitan dengan filsafat. Akibatnya, sempat terjadi kejumudan pada masa penguasa Muwahhidun. Pada tahun 1198 Ibnu Rusyd wafat di Maroko, namun ada yang menyebut makamnya di Kordoba. Dalam kajian filsafat, Ibnu Rusyd berkeyakinan bahwa kebenaran hakikatnya adalah tunggal, sedangkan manusialah yang menjadikan formulanya berada dalam banyak macam.  Dalam kajian filsafat, Ibnu Rusyd berkeyakinan bahwa kebenaran hakikatnya adalah tunggal, sedangkan manusialah yang menjadikan formulanya berada dalam banyak macam.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s