Kenapa otak sy ga cerdas dari dulu!

Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Guyonan yang mengatakan kalau banyak mengingat pasti banyak lupa ternyata salah besar! karena semakin sedikit penggunaan memori dalam otak kita maka semakin pula kita terserang kepikunan, yah harusnya guyonan itu berpesan bahwa kita jgn malas buat “belajar”.😀

Belajar dan terus belajar memang sudah dititahkan kepada kita kurang lebih 14 abad yang lalu, yakni menuntut ilmu itu merupakan hal yang harus tetap dikerjakan hingga saat kita berada di liang lahat. Apa dampaknya jika titah itu tidak dikerjakan ??? Sadar atau tidak sadar, jika titah ini dikerjakan oleh kebanyakan kita, mungkin kita akan tertawa jika mendengar berita sekelas ini:

Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.

Memang sedikit apriori, tapi ya tapi, semua itu ada hikmahnya.🙂

Kita simak kesimpulan dari ilmuwan tersebut dengan uraian cara di bawah ini:

  • Latih kemampuan mengamati.
  • Asah indra.
  • Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya.
  • Pelajari sesuatu yang baru.
  • Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak.
  • Tekuni hobi.
  • Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.
  • Hafalkan sesuatu yang Anda sukai.
  • Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498.
  • Ingat perjalanan pribadi.
  • Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian.

Jika ingin melihat uraian dari poin-poin di atas silahkan saja melucur ke TKP :p , sy memposting ini hanya tergelitik dgn quote di atas dan mengarahkan sy berpendapat seperti demikian.. ga hanya tergelitik namun termasuk juga merasa telat dan ketinggalan.. kenapa cara-cara tersebut dan hikmah dibaliknya ga sy intensify dari dulu .. ahh.., dulu sy disuruh menghafal surat2 pendek seperti yg terdapat di juzz 30, tapi kenapa berhenti sampai disitu! Karena sepertinya lebih oke dibanding menghafal nomor2 susah ga jelas. :p

Tidak ada kata telat, dan tak berguna! terlagi harapan sy memposting ini agar sy sendiri bisa termotivasi untuk tetap belajar dan belajar tidak dibarengi “sekularisme” terlebih thd titah yang telah disampaikan sejak 14 abad yg lalu🙂 dan se-engganya ini jg bisa sy wariskan kelak thd anak cucu. haha.. Piss…😀

.

.

.

.

.

Referensi

aposteriori (a posteriori): cara memperoleh pengetahuan dengan memanfaatkan suatu (atau beberapa) pengalaman khusus. Kant menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran* empiris dan hipotetis. (bandingkan apriori)
apriori (a priori): cara memperoleh pengetahuan tanpa memanfaatkan suatu (atau beberapa) pengalaman khusus. Kant menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran* transsendental dan logis. (bandingkan aposteriori)
sekularisme bermakna “sesuatu yang bukan agama”. Ia berasal dari bahasa Latin saeculum yang berarti “masa” atau “generasi” dalam arti waktu temporal. Kata ini kemudian menjadi bermakna segala hal yang berhubungan dengan dunia ini, dan dibedakan dengan hal-hal yang berbau agama.

One thought on “Kenapa otak sy ga cerdas dari dulu!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s