MALCOM X Pejuang Hak Asasi Manusia

Pemikirannya mulai terbuka saat berkunjung ke Timur Tengah yang disambut hangat oleh kalangan muslim yang tidak melihat perbedaan ras.

(Nebraska, 1925 M – NewYork, 1965)

Lahir di Nebraskan Amerika Serikat. Pada 19 Mei 1925. Dikalangan kulit hitam Amerika Serikat, Malcom X dikenal sebagai pejuang muslim hak asasi manusia. Populer juga sebagai pemimpin organisasi keagamaan, Nation of Islam. Malcom X tidak setuju terhadap berkembangnya sistem rasisme yang menonjolkan sisi perbedaan orang kulit hitam dan kulit putih. Sikap diskriminasi yang dialaminya mulai semakin terasa ketika melakukan pendidikan di tingkat sekolah. Guru-gurunya terutama yang berkulit putih, memberikan pendidikan yang lebih baik terhadap muridnya yang berkulit putih dari pada yang berkulit hitam. Situasi ini membuat Malcom tidak betah dan memilih hijrah dari daerahnya serta pindah ke kota lain.

Kepindahannya di Boston, bergaul dengan banyak orang justru membuatnya berada dalam kubang kerusakan, pesta pora dan aktivitas amoral banyak dilakukannya termasuk perampokan yang mengharuskan dirinya divonis 10 tahun penjara oleh pengadilan. Namun karena berkelakuan baik, hukuman itu tidak tuntas dijalaniny. Sejak itu, hidupnya mulai berubah terutama setelah masuk dalam organisasi Nation of Islam pipinan Elijah Muhammad.

Beberapa tahun kemudian menunaikan ibadah haji dan bergaul dengan banyak orang. Pemikirannya mulai terbuka saat berkunjung ke Timur Tengah yang disambut hangat oleh kalangan muslim yang tidak melihat perbedaan ras. Perlakuan ini tidak didapatkan di negaranya (Amerika Serikat). Malcom X menyadari bahwa perbedaan kulit adalah rasisme yang harus ditentang. Dalam biografinya, Malcom X; An Autobiography 1965 pernah menjadi tema pembuatan film, Malcom X yang diperankan Danzel Washington pada tahun 1992.

Malcom X juga penggagas pendirian organisasi Pan Afrikasnime pada tahun 1964 yang menentang perbedaan kulit hitam dan putih. Dalam penentangan konsepsi tersbut yang digagas Malcom X adalah pendekatan yang bersifat humanisme bukan kekerasan seperti apa yang dilakukan oleh pengikutnya yang cenderung radikal. Bagi Malcom X, pendekatan kekeluargaan lebih moderat daripada kekerasan yang lebih menyimpulkan suatu kebencian. Sayangnya, tidak berselang lama, pada tahun 1965 Malcom X ditembak mati ketika berpidato dalam kampanye organisasi itu di Herlem pada usia 40 tahun.

.

.

.

.

.

*beberapa referensi tqar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s