Sesajen rumah baru [Bag. 01 / 2]

Seringkali kita dapati ketika ada orang yang mendirikan rumah baru, mereka melaksanakan beberapa ritual khusus. Apabila pembangunan pondasi telah selesai, maka dilaksanakan ritual “numpeng” yaitu membuat nasi tumpeng dalam rangka selamatan agar para penghuni nantinya  selamat ketika mulai menghuni ru,ah tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan menebarkan beras ke setiap penjuru rumah, baru kemudian dilanjutkan pembangunan rumah baru tersebut. Setelah bangunan sampai pada tiang-tiang rumah, ditaruhlah di atas palang kayu puncak rumah itu setandan pisang, buah kelapa, beberapa bulir padi dan secarik kain berwarna merah putih. Bekas sesajian itu ternyata masih sering kita dapat di beberapa rumah penduduk, berupa kain merah putih yang terikat di palang kayu rumah tersebut.

Ilustrasi sesajen

Berdasarkan penelitian, ternyata tradisi tersebut sama persis dengan ritual yang dilakukan oleh orang-orang Cina kuno yang menyembah dewa-dewi. Pada saat mendirikan rumah, mereka meletakkan di atas palang kayu puncak rumah tersebut buah leci, buah bwee, paku emas yang ditancapkan ke dalam kayu, padi sebagai lambang kesuburan dan dua lembar kain, selembar berwarna merah sebagai lambang “Yang” (tuhan laki-laki), dan selembar berwana putih lambang “Yin” (tuhan perempuan). Kain itu mereka padukan untuk keseimbangan antara Yang dan Yin. Jika ada keseimbangan antara Yang dan Yin, maka tentramlah penghuni rumah tersebut.

Ritual pendirian oleh Cina dipersembahkan untuk Pohyan (dewa matahari), roh-roh (jin) penguasa tempat, segala roh penguasa udara, roh penguasa dapur dan sebagainya. Menurut kepercayaan Cina klasik, Sang Yang mataharu akan mengutuk pembuatan rumah tanpa sesaji tersebut.

Dari latar belakang sejarah tersebut kita bisa mengetahui, bahwa tradisi memberikan sesajen untuk rumah baru seperti di atas bukan sekedar adat-istiadat atau kebiasaan masyarakat tanpa muatan kepercayaan. Tetapi dibalik tradisi tersebut tersimpan suatu muatan kepercayaan yang berbau syirik. Tradisi mengikatkan buah pisang, kelapa, padi dan sebagainya itu ternyata adalah sebagai persembahan untuk para dewa.

Lanjut ke : Sesajen rumah baru [Bag. 02 / 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s