Category Archives: Hikmah

Berjamaah – Yusuf Mansur view point

Oleh: Ustaz Yusuf Mansur

Islam memerintahkan pemeluknya untuk berjamaah. Tidak hanya dalam shalat. Tapi juga dalam ekonomi dan lain-lain hal, termasuk makan. Innal barakata ma’al jamaa’ah, sesungguhnya keberkahan itu ada di dalam kebersamaan.
Shalat sendiri, beda dengan shalat berjamaah. Jika berjamaah, beda 27 derajat. 27 kali lipat dapatnya. Bahkan istimewanya, siapa yang shalatnya lebih bagus, baik dalam ilmu, rasa, keikhlasan, maka derajat dia yang dipakaikan ke semua yang ada di dalam shalat berjamaah tersebut.
Dapat pula pahala ikutan lain-lainnya sebab shalat berjamaah. 40 orang yang berdoa, maka dikabulkan itu doa. Berapa kalo kita kemudian berjamaah dalam masjid yang jamaahnya mencapai lipatan 40?
Sebab berjamaah, maka dapat pahala melangkah ke masjid, dapat pahala jika datang ke masjid udah dalam keadaan berwudhu, bisa dapat pahala tahiyyatul masjid, qobliyah ba’diyah, zikir, sesuatu yang mungkin tidak dapat kita laksanakan manakala gak berjamaah dan tidak ke masjid.
Bersedekah juga begitu. Begitu berjamaah, maka Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu jadi sesuatu yang besar. Jika sebelumnya 20 ribu, bisa dapat dua bungkus nasi plus lauk sederhana, 50 ribu dapat lima bungkus nasi plus lauk sederhana, 100 ribu bisa dapat 10 nasi bungkus plus lauk sederhana.
Maka bila satu juta orang berkumpul, bersedekah Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu? Dapat berapa? Dapat apa? Dapat ribuan hektar sawah, yang bisa kemudian sedekahnya bisa bergulir dan bergulir.
Bisa punya peternakan sapi yang gak bergantung sama import, bisa membeli perahu dan membangun pasar ikannya sendiri, bisa membuka perkebunan yang tidak dikontrol harganya oleh pasar.
Sayang, ummat kita belom dimaksimalkan potensi berjamaahnya. Potensi ummat, terutama dari sisi berjamaah ini, baru dimanfaatkan oleh segelintir orang.
Misal, kebutuhan orang untuk makan, udah kemudian dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk berjualan. Bukan kemudian pasarnya yang dimiliki oleh masyarakat.
Salah satu atau mungkin banyak properti besar, dikucurkan dana hingga ratusan milyar, dari sebuah bank. Itu juga pemanfaatan yang boleh jadi positif, boleh jadi tetap negatif, untuk ekonomi jangka pendek dan panjang.

Ulasannya bukan di sini tentunya. Seperti satu berita bahwa satu bank memberi Rp 600 milyar untuk satu kelompok properti besar. Apa yang saya baca?
Jutaan ummat berkumpul, menabung. Lalu tabungan mereka digunakan untuk membiayai properti tersebut, yang kelak properti ini justru menggusur masyarakat penabung yang notabene rakyat kecil, yang justru tidak akan mampu membeli properti mereka. Duit mereka membunuh mereka sendiri.
Tapi saya gak mau jadi the loser. Sisi positifnya jelas banyak. Pasti ada keuntungannya. Jangka pendeknya, bisa membuka lapangan pekerjaan lebih banyak.

Kemudian bila pajaknya cakep pengelolaannya, bisa dipakai untuk ummat yang lebih banyak. Tappiii… Entahlah.
Berjamaah, sungguh Allah dan Rasul-Nya menyeru, bukan hanya di urusan shalat. Ayo dong, di semua urusan. Bahkan di dalam urusan politik. Ummat bercerai berai gak keruan.
Visi misi yang udah gak sama lagi, hingga kemudian noda perilaku dan karakter, menyempurnakan ketidaksolidan suara. Akhirnya suara banyak dipegang sama yang tidak lagi membela Allah dan Rasul-Nya, agama-Nya, dan ummat Islam.
Di urusan ekonomi, saya mengingatkan diri saya, dan sebanyak-banyaknya orang, sesungguhnya kita masih teramat kuat.

Sebab kita ini banyak. Sungguh, kita ini banyak. Banyak banget. Bener-bener banyak. Mudah-mudahan kita ini sadar.
Saya mencoba mengumpulkan baru 15 ribu orang saja, dan itupun baru tiga ribu orang kurang lebihnya, tapi sudah bisa mentake-over hotel Siti, yang didedikasikan buat hotel haji dan umrah sebagai pasar utamanya.
Dua tower, masing-masing 12 lantai, 300 kamar. Baru 15 ribu orang, dan sekali lagi, itu pun baru tiga ribu orang. Gimana jutaan ummat? Perusahaan apa yang tidak bisa dibeli ulang?
Bahkan perusahaan asing sekalipun, di negara mereka langsung, bisa dibeli oleh kita. Semoga kita semua diizinkan Allah bersatu, berjamaah. Diberi-Nya ilmu, kesempatan, kekuatan, termasuk juga ridha-Nya. Salam.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/06/16/mohi9f-berjamaah
Advertisements

Awali komunikasi dengan menjadi pendengar yang baik!

Kualitas hubungan antar insan tidak lepas dari yang namanya komunikasi, dari hal itulah segalanya bisa menjadi terang atau gelap. Nah, kali ini sy dapat artikel yg memberikan trik-trik bagi kita untuk melatih kemampuan komunikasi dengan tujuan apa yang akan kita maksud dan inginkan bisa tersampaikan dengan baik, apakah itu kepada orang yg sudah kita kenal atau pun dengan orang yang baru kita kenal.

Ada 11 tips yang bisa menambah kemampuan untuk berkomunikasi, cukup sederhana namun patut dicoba terlebih jika kita belum pernah melakukannya, yaitu:

  • Jadilah orang pertama yang memperkenalkan diri. Jadilah orang pertama yang mengatakan “hai” dan mengulurkan tangan untuk bersalaman. Atau setidaknya, jadilah orang pertama yang menganggukkan kepada dan tersenyum, jika tidak memungkinkan untuk bersalaman.
  • Jika memungkinkan, selalu tersenyum setiap kali bertemu atau bertatap muka dengan orang lain.
  • Pertahankan kontak mata saat berbicara. Tapi jika ini membuat mu merasa tidak nyaman, pandangi saja bagian antara kedua mata, mereka tidak akan tahu. Tidak mengapa jika ingin mengalihkan pandangan sesaat, tapi pastikan mereka tetap menjadi fokus yang utama.
  • Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dengarkan, dengarkan, dan dengarkan. Orang akan mengtahuinya, saat kamu benar-benar mendengarkan dan merespon pembicaraan mereka.
  • Jangan memotong! Ini adalah hal yang sangat penting. Biarkan mereka menyelesaikan kalimatnya, jangan pernah memotong. Sekalipun kamu merasa sangat tergoda untuk melakukannya. Sebab, dengan memotong pembicaraannya, membuat mereka merasa di remehkan.
  • Jangan mengoreksi. Saat seseorang mengatakan sesuatu yang salah, atau salah dalam hal memahami suatu fakta, jangan merasa perlu untuk memperbaikinya. Kecuali jika hal itu menyangkut topik utama. Seringkali, orang merasa perlu dibiarkan merasa dirinya benar. Itu untuk mencegah situasi jadi menegangdan tidak nyaman.
  • Izinkan mereka memberi tahu mu. Saat seseorang merasa perlu memberitahu mu sesuatu, izinkan. Sekalipun sebenarnya kamu sudah lebih dulu tahu. Biarkan dia merasa lebih dulu tahu dari mu. Sebab, itu akan membuatnya senang dan merasa lebih baik.
  • Bagi banyak orang, kata yang paling indah di dunia ini adalah… nama depannya. Jadi, sering-seringlah menyebutkan namanya saat sedang berbicara atau berkomunikasi dengannya.
  • Pilihlah penggunaan kata dengan bijak. Sebab, sekali meluncur, kata-kata tersebut tidak bisa di tarik kembali. Mengucapkan kata ma’af juga tidak banyak gunanya. Jadi berhati-hatilah!
  • Jangan pernah mengkritik, mengutuk, atau mengeluh. Sebab, itu akan menutup kemungkinan orang untuk membuka diri.
  • Yang terakhir, bicarakan mengenai hal-hal yang menurutnya menarik. Secara alamiah, manusia itu adalah makhluk yang egois. Jadi, dia cuma mau mendengar kalau hal itu penting dan menguntungkan bagi diri nya.

😀 Sekian, smoga bermanfaat:sumber

Negara subur hujan shubuh

Janganlah aral atas karunia yang diberikan-Nya
Dia menurunkan hujan dikala kita tidur terlelap
Dengan takaran yang tak mungkin meleset dari tujuan.
Cukuplah berucap puji syukur kepada-Nya

Aral sebagai bukti bahwa kita telah jauh dari-Nya

Tengok daerah lain, seindah kita kah?

Kita negara subur, hujan pun diberikan waktu shubuh
Alhamdulillah…

-tqar-

Kisah antara Pagar dan Pemarah

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah-marah tersebut, sang ayah memberikannya sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.


Hari pertama anak itu telah memakukan 30 paku ke pagar setiap kali dia marah… memang terkenal temperamen, sampai-sampai sehari saja sudah 30 kali marah-marah. Hari berganti hari jumlah yang ia pakukan berkurang. Sang anak merasakan capek dan lelah ketika harus memakukan paku-paku saat marah.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya dan lebih bisa bersabar. Dia memberitahukan kabar baik ini kepada sang ayah dengan malu-malu.

Sang ayah pun tersenyum puas. Namun ia meminta anaknya untuk mencabut satu paku setiap hari ketika ia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-lakinya telah berhasil mencabut semua paku.

Sang ayah lalu menuntun anaknya ke pagar.

“Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu akan meninggalkan bekas di hati orang lain seperti lubang-lubang ini.”

Semoga kita bisa belajar dari kisah ini. Ketika kita marah atau menyakiti orang lain, tidak peduli berapa kali kita meminta maaf. Luka itu akan tetap ada… Maka, tidak ada ruginya banyak-banyak berbuat baik dan berhenti marah-marah apalagi menyakiti orang lain.

NN

Belajar Filsafat Buah-buahan


Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet.

Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.

Artinya : Jangan suka pamer

Jadilah pohon Pisang.

Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.

Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

 

Jadilah Duren, jangan kedondong

Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.

Artinya : Don’t Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari Luarnya saja.

Jadilah bengkoang.

Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.

Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai. 😀

 

Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan.

Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.

Artinya : Selalu adil dalam bersikap.

Jadilah Cabe.

Makin tua makin pedas.

Artinya : Makin tua makin bijaksana.

Jadilah Buah Manggis

Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.

Artinya : Jangan Munafik

Jadilah Buah Nangka

Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.

Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).

Sumber: AN

Kenapa otak sy ga cerdas dari dulu!

Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Guyonan yang mengatakan kalau banyak mengingat pasti banyak lupa ternyata salah besar! karena semakin sedikit penggunaan memori dalam otak kita maka semakin pula kita terserang kepikunan, yah harusnya guyonan itu berpesan bahwa kita jgn malas buat “belajar”. 😀

Belajar dan terus belajar memang sudah dititahkan kepada kita kurang lebih 14 abad yang lalu, yakni menuntut ilmu itu merupakan hal yang harus tetap dikerjakan hingga saat kita berada di liang lahat. Apa dampaknya jika titah itu tidak dikerjakan ??? Sadar atau tidak sadar, jika titah ini dikerjakan oleh kebanyakan kita, mungkin kita akan tertawa jika mendengar berita sekelas ini:

Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.

Memang sedikit apriori, tapi ya tapi, semua itu ada hikmahnya. 🙂

Kita simak kesimpulan dari ilmuwan tersebut dengan uraian cara di bawah ini:

  • Latih kemampuan mengamati.
  • Asah indra.
  • Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya.
  • Pelajari sesuatu yang baru.
  • Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak.
  • Tekuni hobi.
  • Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.
  • Hafalkan sesuatu yang Anda sukai.
  • Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498.
  • Ingat perjalanan pribadi.
  • Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian.

Jika ingin melihat uraian dari poin-poin di atas silahkan saja melucur ke TKP :p , sy memposting ini hanya tergelitik dgn quote di atas dan mengarahkan sy berpendapat seperti demikian.. ga hanya tergelitik namun termasuk juga merasa telat dan ketinggalan.. kenapa cara-cara tersebut dan hikmah dibaliknya ga sy intensify dari dulu .. ahh.., dulu sy disuruh menghafal surat2 pendek seperti yg terdapat di juzz 30, tapi kenapa berhenti sampai disitu! Karena sepertinya lebih oke dibanding menghafal nomor2 susah ga jelas. :p

Tidak ada kata telat, dan tak berguna! terlagi harapan sy memposting ini agar sy sendiri bisa termotivasi untuk tetap belajar dan belajar tidak dibarengi “sekularisme” terlebih thd titah yang telah disampaikan sejak 14 abad yg lalu 🙂 dan se-engganya ini jg bisa sy wariskan kelak thd anak cucu. haha.. Piss… 😀

.

.

.

.

.

Referensi

aposteriori (a posteriori): cara memperoleh pengetahuan dengan memanfaatkan suatu (atau beberapa) pengalaman khusus. Kant menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran* empiris dan hipotetis. (bandingkan apriori)
apriori (a priori): cara memperoleh pengetahuan tanpa memanfaatkan suatu (atau beberapa) pengalaman khusus. Kant menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran* transsendental dan logis. (bandingkan aposteriori)
sekularisme bermakna “sesuatu yang bukan agama”. Ia berasal dari bahasa Latin saeculum yang berarti “masa” atau “generasi” dalam arti waktu temporal. Kata ini kemudian menjadi bermakna segala hal yang berhubungan dengan dunia ini, dan dibedakan dengan hal-hal yang berbau agama.

Bunuh Diri Gara-gara Korupsi!

Pria kelahiran 1945 ini menembakkan senjata kedadanya di depan pusara ibu tercinta, selasa (8/2) pagi.

Di antara sekian banyak ragam kekayaan budaya kita, ada satu budaya yang sangat sulit dihilangkan, yakni budaya KORUPSI, laten memang mulai dari hulu hingga hilir, banyak dari kita bosan bertanya, bagaimana cara menghilangkan budaya ini!?

Sy hanya mereka-reka, coba kita berimajinasi tentang kata “sebuah ekosistem” yang telah kita pelajari sejak di bangku smp, dalam suatu ekosistem, terdapat populasi dan populasi tersebut survive dengan membentuk “rantai makanan”. Keberlangsungan proses dari rantai makanan tersebut tidak lepas dari faktor keseimbangan, baik dari segi jumlah maupun intensitas.

Ambil contoh fenomena “ulat bulu” yang terjadi belakangan ini ramai terjadi di indonesia (semoga tidak menjadi wabah), “Fenomena serangan ulat bulu di permukiman dan lahan pertanian desa-desa di Probolinggo, Jawa Timur, mengindikasikan terganggunya keseimbangan ekosistem setempat. Pola tanam monokultur, hilangnya predator dan parasit, serta cuaca ekstrem menyebabkan populasi herbivora itu tak terkontrol“, ungkap Siti Nuramaliati Prijono (LIPI) .

Sistem, itulah yang mengatur hidup dan kehidupan budaya, contoh sederhana lainya, dalam suatu lahan sawah, hama yang biasa dijumpai ialah serangan tikus, tapi apa yang terjadi ? pembasmian terhadapa hama jenis ini berlangsung secara alami, predator tikus seperti ular berkeliaran memakan hama ini, dan akhirnya panen padi pun didapat dengan mulus.

Sama halnya dengan korupsi, yang kini sudah menjadi bagian dari “rantai makanan” dalam ekosistem populasi bangsa Indonesia, dan predator yang alami bagi sang tikus berdasi adalah “BUDAYA MALU”. dan ibarat fenomena ulat bulu, budaya ini sedang atau masih terganggu jumlah dan intensitasnya yang rendah!

Sama halnya dengan korupsi, yang kini sudah menjadi bagian dari “rantai makanan” dalam ekosistem populasi bangsa Indonesia, dan predator yang alami bagi sang tikus berdasi adalah “BUDAYA MALU”.

Rasa malu gara-gara tersandung kasus korupsi memang patut diacungi jempol. Namun, jalan menteri pertahanan Filipina, Angelo Thomas Reyes, tentu bukan pilihan. Pria kelahiran 1945 ini menembakkan senjata kedadanya di depan pusara ibu tercinta, selasa (8/2) pagi.

Aksi nekat itu dilakukan Reyes di tengah penyelidikan kongres Filipina atas penggunaan dana militer senilai 1 juta dolar AS untuk kepentingan pribadinya.

Direktur kepolisian Distrik TimurFrancesco Manalo seperti dikutip Bloomberg, menyebutkan, Reyes menghabisi dirinya di pemakaman Loyola Memorial Park di Marikina.

Sebelum melakukan aksinya, Reyes sempat meminta anaknya, ajudan dan pengawal untuk meninggalkan selama beberapa saat. Namun, belum jauh para pendampingya pergi terdengar suara tembakan dari arah Reyes berada. Mantan mentri lingkungan hidup dan sumber alam ini menghabisi dirinya menggunakan pistol kaliber 45. Peluru itu menembus jantung yang membuatnya jatuh terkulai bermandikan darah. Ayah lima anak ini menghembuskan nafas terakhir 45 menit setelah dilarikan ke Quirino Labor Memorial Hospital.

Francesco Soria Manalo, pejabat kepolisian senior, mengatakan masih menunggu hasil autopsi yang harus disahkan kepolisian Filipina. “Kami masih menantikan hasil laporan itu secara lengkap”, kata Manalo.

Nama Reyes beserta sejumah pejabat Filipina lainnya disebut-sebut terlibat dalam transaksi bisnis senilai 1,1 juta dolar AS untuk tuap orang sebagai dana pensiun. Namun, pernyataan yang dilontarkan mantan pejabat anggaran militer george Rabusa dalam keteranganya di depan Kongres itu, dibantah Reyes.

Semasa pemerintahan mantan presiden Joseph Estrada, Reyes sempat menjabat sebagai kepala staf angkatan darat. Namun jabatan itu tidak lama diemban karena Reyes memilih mengundurkan diri dan bergabung dengan aksi damai yang saat itu mengusung Gloria Arroyo untuk menjadi presiden Filipina. Reyes adalah salah satu otak dari penggulingan Estrada di tahun 2001 dari jabatannya.

Belakangan Reyes terpilih menjadi mentri pertahanan pada masa pemerintahan Arroyo pada 2001 hingga 2003. Jabatan terakhir Reyes adalah mentri energi Filipina yang dijabat 2007 hingga 2010 lalu. oleh Hiru Muhammad (Republika 11/02/2011).

Kenapa tidak aparat hukum serta pihak terkait lainnya seperti polisi, jaksa atau KPK dll? karena mereka bukan predator alami, seperti halnya petani membasmi hama dengan pestisida, yang terjadi ialah jika melampaui batas pemakaian atau bisa berarti batas agar tetap seimbang atau juga bermakna batas agar tetap jujur dan adil, makan hasil panennya lah yang akan menyerang kesehatan pemakai karena racun pestisida yang dikandungnya. Tapi predator koruptor ini wajib diperlukan sebagi kontrol hukum dan keadilan, namun budaya malu juga harus diterapkan di tiap elemen bangsa ini!

cmiiw!