Hasil Akhir Indonesia vs Brunei Darussalam ( Hassanal Bolkiah 2012 )

ImageSkor Babak Pertama :

INA vs BRUNEI

0 – 0

 

Skor Babak Kedua :

INA vs BRUNEI

0 – 0

 

SKOR AKHIR

 

 

 

 

 

Tawon Muda Sengat Garuda Muda 2-0
Jumat, 09 Maret 2012 21:25 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR SERI BEGAWAN — Ketajaman Timnas U21 Brunei Darussalam di babak kedua kembali terbukti ketika menghadapi Indonesia di partai final Piala Hassanal Bolkiah 2012 pada Jumat (9/3) malam ini. Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Brunei mencetak dua gol di babak kedua untuk memimpin sementara 2-0.

Gol pertama ‘Tawon Muda’, julukan timnas junior Brunei, tercipta ketika babak kedua baru berlangsung tiga menit. Menerima umpan silang dari sisi sayap kanan pertahanan Indonesia, Md Aminuddin Zakwan bin Tahir dengan dingin menjebol gawang Aji Saka.

Brunei menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit 75. Adi Said, topskore timnas Brunei Darussalam, menyisir dari sisi kanan pertahanan Indonesia sebelum akhirnya menceploskan gol.

Advertisements

Apa yang harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mesin mati?

Mesin mati setelah melalui jalan banjir bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  1. Bahan bakar bercampur air (khusus tipe karburator). Bila bahan bakar tercampur air mengakibatkan bahan bakar sulit terbakar.
  2. Terdapat embun pada penghantar arus listrik sistem pengapian sehingga terjadi konslet. Akibatnya percikan api busi kecil atau tidak ada sama sekali.
  3. Air masuk ke dalam mesin melalui saringan udara, sehingga mesin menghisap dan mengkompresikan air. Akibatnya tidak terjadi pembakaran.

Setelah kendaraan melewati banjir, langkah-langkah bisa dilakukan antara lain:

  1. Matikan mesin dan jangan berusaha untuk menghidupkan mesin, karena bisa mengakibatkan water hammer.
  2. Pindahkan kendaraan dengan mendorong kendaraan ke tempat yang terbebas dari genangan air.
  3. Periksalah saringan udara bila saringan basah. Lepaskan semua busi, kemudian start mesin hingga tidak terjadi semburan air dari lubang busi lagi.
  4. Periksa terminal kabel busi dan tutup distributor, bila terdapat air keringkan dengan tissue.
  5. Pasanglah busi, kabel busi, tutup distributor dan saluran udara. Untuk sementara jangan pasang saringan udara.
  6. Hidupkan lagi dan pastikan mesin hidup dengan normal. Jika putaran stationer mesin tidak normal, atur putaran mesin dengan yang lebih tinggi.

 

.

.

.

Related Post :

Pegang setir kelas pemula
10 tips membeli mobil baru di dealer!
Jenis bensin apa yang terbaik untuk kendaraan kita?
Mengenal bagian2 mesin mobil [Ex; Avanzato]
Tips sederhana merawat ban kendaraan kita.
Trik mengemudi saat tanjakan
Cara mengerem mobil dengan halus
Waspada! mengemudi saat hujan.
Tips aman dan santun berkendara mobil saat macet!
Periode tepat ganti oli mobil kita.
Tips pintar mengemudi di jalan tol!
Tips berkendara agar hemat bensin (BBM)
Tindakan saat mobil/kendaraan mengalami overheating!
Apa yg harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mobil mati

Tindakan saat mobil/kendaraan mengalami overheating!

Panas berlebihan pada mesin akan mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen mesin, ketika mengetahui indikator suhu mesin di atas setengah antara “Cold” dan “Hot” , maka hal-hal yang bisa anda lakukan adalah:

  1. Pinggirkan dan parkirkan kendaraan di tempat yang aman. .
  2. Matikan mesin kendaraan anda dan buka tutup mesin.
  3. Perhatikan apakah ada kebocoran air radiator yang sangat besar. Bila iya cobalah untuk menyumbatnya dengan sabun mandi atau putih telur. Setelah kondisi mesin dingin (dapat dilihat dari jarum penunjuk temperatur pada instrumen panel jarum penunjuk temperatur posisi huruf C yang berarti COLD).
  4. Periksalah jumlah air radiator dengan membuka tutup radiator. Bila air radiator berkurang, tambahkan air sampai penuh. Jangan lupa menambahkan air pada tangki cadangan sampai garis “FULL”.
  5. Hidupkan mesin dan jalankan kendaraan. Untuk sementara matikan penyejuk udara (AC) terlebih dahulu untuk mencegah timbulnya panas mesin yang terlalu cepat.
  6. Pada saat berkendara sambil perhatikan temperatur mesin. Bila temperatur naik di atas garis tengah pada instrumen panel, maka berhenti dan matikan mesin kembali.
  7. Ulangi langkah di atas sampai anda menemukan bengkel terdekat.

Langkah-darurat mengendarai mobil yang overheating ini bisa anda lakukan bila tidak terdapat bengkel di sekitar kejadian.

.

.

.

Related Post :

Pegang setir kelas pemula
10 tips membeli mobil baru di dealer!
Jenis bensin apa yang terbaik untuk kendaraan kita?
Mengenal bagian2 mesin mobil [Ex; Avanzato]
Tips sederhana merawat ban kendaraan kita.
Trik mengemudi saat tanjakan
Cara mengerem mobil dengan halus
Waspada! mengemudi saat hujan.
Tips aman dan santun berkendara mobil saat macet!
Periode tepat ganti oli mobil kita.
Tips pintar mengemudi di jalan tol!
Tips berkendara agar hemat bensin (BBM)
Tindakan saat mobil/kendaraan mengalami overheating!
Apa yg harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mobil mati

Tips berkendara agar hemat bensin (BBM)

Kenaikan Minyak dunia sangat berimbas pada kenaikan BBM, sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk berkendara tentu semakin besar. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan konsumsi BBM selama berkendara menggunakan mobil :

  • Jika mobil anda bertransmisi manual, jumlah BBM yang mengalir dari tangki BBM ke mesin adalah hasil injakan pedal akselerator (pedal gas) dan keseimbangan pedal kopling. Semakin diinjak, semakin cepat aliran BBM ke mesin. Cobalah meminimalkan injakan pedal akselerator/gas ini dan jangan menekan pedal kopling saat mobil telah stabil berjalan.
  • Ketika menambah kecepatan pada transmisi manual, gantilah transmisi dengan cepat dan sesuai. Atau dengan kata lain, gunakan transmisi setinggi mungkin tetapi dengan tetap menjaga tenaga dari mesin. Jika transmisi yang lebih tinggi membutuhkan injakan pedal gas yang lebih sedikit, maka gantilah ke transmisi yang lebih tinggi atau gantilah ke transmisi yang lebih rendah, ini berlaku terutama jika jalan dalam kondisi menanjak atau mobil sedang membawa beban berat.
  • Minimalkan menginjak pedal rem. Penggunaan rem akan mengkonversi energi kinetik ke dalam energi panas pada piringan rem. Sedangkan energi kinetik mobil sebelumnya berasal dari energi kimia yang dikandung BBM. Sebagai contoh, jika mobil anda melaju menuju sebuah perempatan, sebaiknya gunakan engine break atau hentikan menekan pedal gas jauh sebelum dekat, pindahkan transmisi ke netral dan baru mengerem mobil setelah dekat dengan perempatan.
  • Sewaktu membeli mobil, pilihlah mobil bertransmisi otomatis. Mobil bertransmisi otomatis seharusnya lebih mudah digunakan jika kita ingin menghemat BBM tanpa perlu mengubah kebiasaan mengemudi. Sedangkan boros atau tidaknya konsumsi BBM pada mobil bertransmisi manual lebih banyak tergantung kepada disiplin pengemudinya.
  • Sewaktu membeli mobil, pilihlah mobil yang berwarna terang. Mobil berwarna gelap akan menyerap lebih banyak panas daripada mobil berwarna terang. Akibatnya, AC mobil akan bekerja lebih keras untuk mempernyaman interior mobil.
  • Hindari kemacetan. Kemacetan adalah salah satu sumber utama pemborosan BBM. Kalau perlu pulanglah dari kantor ketika jalanan sudah tidak macet, lebih baik ambil jalan yang agak memutar dari pada macet.
  • Parkirkan mobil di tempat yang teduh. Atau jika tidak dapat menemukan tempat yang teduh, gunakan reflektor cahaya matahari untuk meminimalkan energi panas yang memasuki mobil. Interior mobil yang panas akan membuat kerja AC lebih berat, terutama ketika baru menyalakan mobil.
  • Pilihlah mobil dengan ukuran mesin dan jumlah silinder yang rendah. Kapasitas mesin dan jumlah silinder tidaklah terlalu penting. Mobil bermesin 4 silinder dengan kapasitas 1.3 liter sama fungsinya dengan mobil bermesin 6 silinder berkapasitas 3 liter. Keduanya bisa membawa diri anda ke tujuan anda. Perbedaan terbesarnya hanyalah bahwa mesin mobil berukuran besar umumnya lebih boros BBM daripada mesin mobil berukuran kecil.
  • Cobalah gunakan katalis penghemat bensin (BBM) yang benar-benar sudah teruji efektif dan optimal menghemat bensin. Namun jangan terlalu sering menggunakan aditif, karena akan mengubah susunan kimia bensin, dan lama-lama itu akan berpengaruh buruk pada mesin.
  • Jika membeli mobil, pilihlah mobil baru dengan teknologi terbaru. Teknologi mesin baru biasanya lebih hemat BBM daripada mobil dengan teknologi lama.
  • Jangan terlambat mengganti oli. Semakin lama penggunaan oli, maka daya pelumasannya akan semakin berkurang. Akibatnya lebih banyak BBM yang terkonversi menjadi panas di dalam mesin.
  • Jika nantinya sudah tersedia di Indonesia, pilihlah mobil hibrida. Seperti halnya mobil konvensional, mobil hibrida memiliki mesin pembakaran internal. Tetapi, selain itu, mobil hibrida juga memiliki baterai dan mesin listrik. Atau untuk sekarang ini gunakan mobil yang sudah terbukti hemat BBM.
  • Atau cara yang paling ampuh gunakan motor, sepeda (bike to work) atau kendaraan umum, atau numpang bersama rekan-rekan yang searah.

.

.

.

Related Post :

Pegang setir kelas pemula
10 tips membeli mobil baru di dealer!
Jenis bensin apa yang terbaik untuk kendaraan kita?
Mengenal bagian2 mesin mobil [Ex; Avanzato]
Tips sederhana merawat ban kendaraan kita.
Trik mengemudi saat tanjakan
Cara mengerem mobil dengan halus
Waspada! mengemudi saat hujan.
Tips aman dan santun berkendara mobil saat macet!
Periode tepat ganti oli mobil kita.
Tips pintar mengemudi di jalan tol!
Tips berkendara agar hemat bensin (BBM)
Tindakan saat mobil/kendaraan mengalami overheating!
Apa yg harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mobil mati

Memaknai Hijrah dengan Seutuhnya!

Rasulullah Saw bersabda :

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah atasnya “(HR. Bukhari Muslim).

Berangkat dari sabda Rasulullah Saw seperti dalam hadist di atas, tentu sebagai mu’min akan senantiasa berusaha menjaga dirinya dari ucapan,sikap dan prilaku yang menyimpang dari aturan dan hukum-Nya yang selanjutnya tetap istiqomah dalam meneliti jalan menuju ridho Allah.

Berbicara tentang hijrah dalam konteks kekinian, layaknya kiranya kita simak dan renungkan seruhan allah SWT  yang tertuju kepada Rasuluiah Saw yang hakikatnya tertuju pula kepada kita sebagai pengikutnya. Seruan Allah SWT lewat firman-Nya:

“Ya ayyuhal muddatstsir , qum fa andzir  warobbaka fa kabbir wa tsiyaabaka fa thahhir, war rujza fahjur wa laa tamnun tastaktsir, wa li rabbika fash bir.” (QS. Al Muddatstsir , 74:1-7 )

 

Kalau kita membaca risalah turunnya wahyu, tidak lama setelah turunnya ayat “Nubuwah” (lima ayat pertama dalam Surat Al Alaq) yang secara resmi menobatkan Muhammad sebagai Nabi Allah, maka tidak lama kemudian disusul dengan turunnya “tujuh” ayat pertama Al Muddatstsir, yang secara resmi mengangkat Muhammad sebagai Rasul Allah, pengemban risalah melalui “tujuh” ayat risalah tersebut.

Inilah awal diri Rasulullah Saw berfungsi sebagai Rasul Allah, membawa risalah Allah SWT untuk “mengislamkan” manusia yang saat itu dalam kondisi “jahiliyyah”. Firman-Nya diawali, “Ya ayyuhal muddatstsir” (Wahai orang yang berselimut). Kalau kita baca dalam “asbabun Nuzul” ayat ini diriwayatkan, Rasulullah Saw pada waktu itu sedang berselimut. Saat itu beliau memohon kepada istrinya, Khadijah Ra., untuk menyelimuti tubuh Beliau setelah menerima wahyu “lima” ayat pertama dalam surat al `Alaq di Gua Hira kemudian pulang ke rumah kondisi badannya menggigil.

Tetapi para ahli tafsir tidak ingin berhenti hanya pada pengertian “harfiah”nya dari kata “selimut”, yang arti harfiahnya adalah orang yang berselimut atau mempergunakan selimut untuk menghangatkan badannya sendiri. Sehingga para ahli tafsir mengartikan “selimut” dengan arti “maknawi”, wahai orang yang menyelimuti dirinya dengan tidak mau peduli dengan kondisi lingkungannya. Karena orang-orang yang berselimut identik dengan tanda-tanda orang yang terkesan hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak mau peduli terhadap sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

Bukankah Rasulullah Saw pergi ke Gua Hira itu hanya ingin mendapatkan petunjuk dari Allah SWT tentang bagaimana membimbing umat manusia yang sudah sangat sesat pada waktu itu. Kenapa setelah beliau mendapat wahyu malah menyelimuti dirinya? Konteksnya kemudian Allah SWT berfirman, “Qum” (bangkitlah, bangunlah),  lemparkan selimut ketidakpedulianmu itu. Persoalan ummat tidak akan selesai dengan hanya ingin menyelamatkan diri kita masing-masing lalu kita tidak mau peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan kita.

Bangkit atau bangun tidak sekedar bangkit, lalu apa yang harus dilakukan ? Tugas yang harus dilakukan adalah “fa andzir” (memberi peringatan). Lemparkan “selimut ketidakpedulian”, segeralah bangkit dan laksanakan tugas untuk memberikan peringatan agar mereka yang sesat segera meninggalkan jalan sesat kehidupan mereka, dan yang lalai agar cepat sadar atas kelalaiannya. Tidak dibenarkan sama sekali kita menyelimuti diri dengan tidak mau peduli atas kondisi yang terjadi di sekitar kita. Tetapi kita harus siap bangkit dan segera memberikan peringatan kepada masyarakat yang berada dalam jangkauan kemampuan kita. Karena tugas dakwah “bukan hanya” tugas para da`i, ulama tau para kyai saja, melainkan merupakan tugas setiap orang muslim. Salah satu keterlambatan dakwah Islam selama ini adalah “kemungkinan kesalahan persepsi” atas tugas dakwah ini yang seolah-olah tugas dakwah hanya tugasnya para da`I, `ulama atau kyai saja.

Tugas setiap orang mukmin atau muslom “tidak hanya” sekadar bisa menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi harus “saling mengingatkan” dalam kebenaran. Maka digunakanlah bahasa “wa tawaashau”, bukan “taushiyah”. Makna kata ”taushiyah” adalah nasihat dari sati pihak kepada pihak lain. Namun jika “tawaashau” sifatnya adalah “saling menasihati”. Karena perlu disadari bahwa semua manusia sangat berpotensi untuk berbuat kesalahan atau lalai.

Pada umumnya, nasihat orangtua kepada anaknya, guru kepada muridnya, pimpinan kepad bawahannya, `ulama kepada ummatnya. Namun orangtua, guru, pimpinan atau `ulama itu adalah manusia yang sangat mungkin berbuat salah. Oleh karena itu, didalam Islam, anak harus siap dengan santun mengingatkan orangtua yang berbuat kesalahan, demikian pula murid kepad gurunya, bawahan kepada pimpinannya atau ummat kepada `ulamanya. Kalau ada `ulam yang keliru atau berprinsip salah dan pernyataannya “sangat menyesatkan”, maka ummat pun “harus berani” segera mengingatkannya. Janganlah dia dibiarkan dalam kesesatannya karena akan membawa akibat penyesatan terhadap ummat yang lebih luas lagi.

Hal inilah yang selama ini terkesan tidak berjalan sebagimana mestinya. Semua harus kita benahi dengan kita mau bangit memberi peringatan. Maka dari itu, “amar ma`ruf nahyi munkar” ini adalah kewajiban setiap orang mu`min (QS. Ali Imran, 3 :104 & 110). Ini pula seperti apa yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw, “Samapaikan oleh kaliah apa yang telah kalian terima dariku walaupun hanya satu ayat”.

Lalu apa yang harus kita dakwahkan ?

Paling tidak ada “Lima” konsep dakwah yang harus ditempuh.

Konsep Pertama, kita simak lanjutan ayatnya, “wa rabbaka fa kabbir” (Allah Tuhanmu itu Akbar-kan). Yang harus kita dakwahkan kepada masyarakat adalah menyadarkan atau mengajak ummat sehingga mereka hanya mau meng-Akbar-kan Allah dalam semua aspek kehidupannya. Tidak ada yang “Akbar” kecuali Allah. “Allahu Akbr” dari segi Dzat juga dalam sisi aturan dan hukum-Nya, dan jika kita menyatakan bahwa “Allahuakbar”, maka semua selain Allah tidaklah ada yang akbar, baik hawa nafsu atau pun akal kita itu kecil. Alam jagad raya ini di hadapan-Nya. Oleh karena itu semua harus tunduk kepada Allah yang Akbar.

Konsep Kedua, “Wa tsiyaabaka fathahhir” (Bersihkanlah pakainnyamu). Kita harus sudah mulai mengupayakan mensucikan pakaian lahir terutama bathin kita. Membersihkan diri kita dari dosa dan kemaksiatan. Kita mulai mau membersihkan mental atau akhlak-akhlak yang kotor dari kehidupan masyarakat.

Konsep Ketiga, “war rujza fah jur” (segala perbuatan dosa dan maksiat itu harus segera dijauhi). Kalau kita perhatikan bahasa Al Quran itu selalu menggunakan kata “jauhi” atau “jangan dekati: bila berbicara tentang larangan (QS. Al Baqarah 2:35, Al Araf 7:19, Al An`am 6:151, Al Isra 17:34). Larangan-larangan semacam ini dimaksudkan untuk mendidik manusia agar tidak melakukan pelanggaran. Selain itu memberikan pendidikan pula kepada manusia bahwa semua sarana dan prasarana yang bisa menimbulkan kemaksiatan pun terkena larangannya.

Konsep Keempat,”Wa laa tamnun tastaktsir” (dan janganlah kamu memberi dengan maksud ingin memperoleh balasan yang banyak). Karena tugas dakwa ini adalah tugas yang mesti didasari ikhlas semata-mata karena Allah, maka janganlah kita senantiasa berharap imbalan yang lebih banya dari apa yang telah kita lakukan. Bukan berarti manusia tidak boleh memetik hasil dari jerih payah perjuangannya , tetapi tetap harus sewajarnya saja kita layak berharap. Adapun konsep selanjutnya ialah konsep yang kelima.

Konsep Kelima, ”Wa lirabbika fash bir” (maka bersabarlah (taat) bagi Tuhanmu). Oleh karena tugas dakwah ini adalah tugas yang tidak ringan, maka tentunya sangat diperlukan kesabaran dan ketahanan diri kita untuk tetap beristiqomah dalam medan perjuangan. Kita mesti tanamkan dalam diri kita sebuah kesabaran, karena tidak mustahil kita akan berhadapan dengan orang-orang yang sangat terusik dengan dakwah kita.

Ini semua resiko yang mesti kita hadapi bukan malah kita lari menginggalkannya. Tidaklah pantas bila kondisi “medan dakwah” telah mengundang kita untuk terjun langsung dalam kancah perjuangan, lantas tiba-tiba kita lari meninggalkannya. Kita sadari, sungguhlah tidak mudah bagi kita mengajak orang untuk senantiasa meng-Akbar-kan Allah dalam setiap aspek kehidupannya, tidak lah ringan kita memberikan teladan tentang kebersihan lahir terutama bathin kita sehingga tatanan kehidupan masyarakat kita bisa bersih dari munkar.

Tidak gampang pula kita memberikan arahan kepada orang untuk senantiasa mau menjauhi atau tidak mendekati perbuatan dosa, apalagi terhadap orang yang selama ini hidupnya telah bergelimang dengan dosa dan maksiat, sehingga dosa dan kemaksiatan yang dilakukannya telah dianggap bukan dosa lagi.

Walaupun terlihat betapa beratnya “medan dakwah” kita, tentunya harus tetap kita jalani dengan hanya semata-mata didasari keikhlasan untuk mencapai ridha Allah. Kesabaran dan ketahanan diri serta istiqomah memang menjadi syarat penting dari semua ini.

Semoga kita semua dapat meng-“hijrah”-kan diri kita dari hal-hal yang dapat mengundang murka-Nya ke arah jalan yang lurus menuju ridha Allah SWT.

Wallahu a`lam bish-shawab.

sumber: Lembar kajian syakhshiyyah Islamiyyah FUUI | K.H. Athian Ali M. Da’I ,MA.

Periode tepat ganti oli mobil kita.

Mengapa mobil harus dirawat secara berkala? Coba bayangkan, berapa banyak komponen yang ada di mobil kita, terintegrasi, menjadi satu dan bekerja sama untuk membuat mobil kita dapat berjalan, mengantar kita ke kantor, liburan, mengantar anak-anak ke sekolah mereka dalam situasi dan kondisi cuaca serta jalan yang berbeda-beda. Ada hujan, panas terik, genangan air, tanjakan curam dan turunan curam saat kita berlibur ke luar kota, ada kemacetan luar biasa saat jam berangkat dan pulang kantor. Nah, seandainya disaat seperti itu, mobil kita mogok atau mengalami gangguan hanya karena kita mengabaikan perawatan berkala, tentu akan sangat mengganggu bukan?

Perawatan berkala pada umumnya dikategorikan berdasarkan jarak tempuh mobil dalam kilometer (di beberapa negara digunakan mil sebagai ukuran jarak), dari sejak mobil tersebut keluar dari ruang pamer, masuk ke garasi kita dan mulai menunaikan tugasnya. Sebagai contoh, akan diulas secara garis besar mengenai perawatan berkala sebuah mobil sesuai anjuran umum dari beberapa pabrikan:

Kapan oli mesin dan filternya diganti? Oli mesin perlu diganti setiap 5.000 km, walaupun memang ada beberapa mobil baru saat ini yang merekomendasikan jarak 10.000 km untuk interval penggantian oli mesinnya. Gunakan oli yang memang sesuai untuk mesin mobil kita, darimana kita tahu? Lihat anjuran mengenai spesifikasi oli di buku petunjuk pemilik mobil kita, apabila buku tersebut tidak ada, coba hubungi bengkel resmi mobil tersebut, tanyakan kepada pihak bengkel mengenai spesifikasi oli mobil kesayangan kita. Harus diingat bahwa oli bekerja lebih berat disaat kita sedang berkendara di tengah kemacetan lalu lintas. Untuk filter oli, ganti setiap 10.000 km.

Kapan oli komponen penggerak (drive train) perlu diganti? Di mobil kita terdapat komponen penggerak selain mesin, yaitu diferensial yang umumnya disebut gardan dan ada transmisi yang memungkinkan kita untuk meningkatkan kecepatan tanpa memaksakan mesin. Oli diferensial perlu diganti setiap 10.000 km, tentunya dengan spesifikasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik. Untuk oli transmisi manual, oli perlu diganti setiap 10.000 km, perhatikan spesifikasi olinya karena ada oli transmisi yang memakai oli yang sama dengan oli diferensial tetapi ada beberapa transmisi manual yang menggunakan oli yang tingkat kekentalannya sama dengan oli mesin, bahkan ada transmisi manual yang diharuskan memakai oli transmisi otomatis, jadi jangan sampai salah memakai oli. Kemudian untuk mobil dengan transmisi otomatis, kuras dan gantilah oli di tempat yang memiliki alat khusus penguras oli transmisi otomatis setiap 25.000 km.

Air radiator, air pada radiator adalah media supaya mesin dapat melepaskan panasnya. Tentunya air radiator juga perlu diganti setiap 20.000 km, gunakan cairan pendingin khusus siap pakai supaya tidak repot mencampur lagi. Selain itu pendingin jenis ini melindungi radiator dan mesin kita dari korosi. Hindari penggunaan air tanah, air ledeng ataupun air mineral karena dapat memicu terjadinya korosi.

Bagaimana dengan minyak rem? Supaya komponen rem awet dan terbebas dari karat, maka kuras dan gantilah minyak rem setiap 20.000 km, gunakan minyak rem yang sesuai spesifikasi mobil. Perhatikan juga kondisi sepatu rem dan kanvas rem mobil kita, apabila sudah tipis segera ganti, ingat satu-satunya peranti penghenti laju mobil adalah rem, jadi jangan sesekali mengabaikan komponen ini.

Setelah filter oli, ada filter lain yaitu filter udara dan filter bahan bakar. Komponen penyaring ini pun ada batasan masa pakainya, gantilah kedua komponen ini setiap 20.000 km supaya performa mobil tetap terjaga. Filter bahan bakar dan udara yang kotor akan dengan mudah mengurangi kemampuan mobil kita.

Timing belt dan drive belt. Bagi mobil yang menggunakan timing belt, gantilah setiap 50.000 km, jangan sepelekan komponen ini, apalagi dia tidak terlihat alias tersembunyi dibalik penutupnya. Apabila sampai putus saat mesin bekerja, kita akan mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan mesin yang ditimbulkan. Catat waktu penggantiannya supaya kita tahu kapan saat penggantian berikutnya. Untuk drive belt atau tali kipas, ganti tiap 30.000 km atau sesuai kondisi, sabuk penggerak ini memutar banyak hal seperti power steering, alternator,pompa air dan kipas mesin. Perhatikan fisiknya setiap kita membuka kap mesin, apabila sudah getas atau retak sebelum waktunya, segera ganti.

Lalu ada komponen lain yang perlu diganti sesuai kondisi, seperti karet wiper, ganti kalau hasil sapuannya sudah tidak merata. Peredam kejut (shock absorber) perlu diganti bila sudah lemah karena akan membuat mobil tidak nyaman dan sulit dikendalikan. Komponen lain yang tak kalah penting adalah tierod, long tierod, ball joint dan link stabilizer, apabila salah satu dari komponen ini sudah rusak, aus atau lemah maka akan membuat pengendalian kurang baik dan membuat suara-suara yang mengganggu dari kolong mobil, jadi segeralah ganti bila perlu.

Beberapa uraian diatas adalah perawatan berkala secara umum yang harus senantiasa kita lakukan dalam kondisi pengendaraan normal. Ada beberapa kondisi pengendaraan khusus yang mana mobil memerlukan perawatan ekstra misalnya mobil yang digunakan untuk keperluan menarik beban dan melintasi medan off road setiap hari.

Jadi jangan pernah ragu untuk merawat mobil kesayangan, berikan yang terbaik untuk mobil kita maka kita akan mendapatkan kemampuan terbaik pula dari mobil tersebut.

.

.

.

sumber

.

.

.

Related Post :

Pegang setir kelas pemula
10 tips membeli mobil baru di dealer!
Jenis bensin apa yang terbaik untuk kendaraan kita?
Mengenal bagian2 mesin mobil [Ex; Avanzato]
Tips sederhana merawat ban kendaraan kita.
Trik mengemudi saat tanjakan
Cara mengerem mobil dengan halus
Waspada! mengemudi saat hujan.
Tips aman dan santun berkendara mobil saat macet!
Periode tepat ganti oli mobil kita.
Tips pintar mengemudi di jalan tol!
Tips berkendara agar hemat bensin (BBM)
Tindakan saat mobil/kendaraan mengalami overheating!
Apa yg harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mobil mati

Tips aman dan santun berkendara mobil saat macet!

Jalanan macet merupakan hal yang lumrah di setiap sudut jalan, di perkotaan, di persimpangan, dan di tempat keramaian lainnya. Beberapa dari kita menganggap bahwa jalan macet menyebabkan borosnya dalam konsumsi bbm, namun yang harus lebih diutamakan ialah keselamatan, baik diri pribadi atau kendaraan kita sendiri, sebab tak sedikit kecelakaan terjadi saat kemacetan, karena ada faktor-faktor luar yang bisa menjadi penyebab kecelakaan, seperti pejalan kaki, penyebrang jalan, atau gerakan mendadak dari kendaraan lain, apalagi yang namanya kendaran roda dua alias motor yang ugal-ugalan.

Berikut adalah tips-tips sederhana cara mengemudikan mobil saat kita terjebak kemacetan.

  1. Jaga jarak aman, perhatikan khusus pada bagian ban mobil depan yang sedang kita ikuti, atur jarak secara proporsial.  dua – tiga meter merupakan jarak yang ideal, walau tetap harus menyesuaikan.
  2. Jika mobil kita berada pada posisi macet dan bertemu dengan pertigaan tanpa lampu merah, maka jangan berhenti tepat di jalan pertigaan (entrance/junction)  tersebut, atau menutupi jalur pertigaan tersebut yang bisa menyebabkan kemacetan bertambah parah. Namun jalankan mobil jika memang jalur tersebut telah kosong.
  3. Selalu waspada, dengan secara reguler mengecek spion, di setiap bagian, perhatikan para pejalan kaki, kendaraan lain di kiri dan di kanan. Bersamaan dengan itu pastikan kontrol laju terkendali baik dari pengereman atau lajur kopling.
  4. Gunakan rem tangan jika berhenti di tanjakan.
  5. Dahulukan pengendara lain yang ingin masuk jalan dari jalur lainnya (junction).

Sederhananya jika disimpulkan, kunci utama aman berkendaraa saat jalanan macet ialah:

  • Selalu mengecek spion kanan kiri dan arah belakang.
  • Tetap tenang (calm) dan jangan terburu-buru.
  • Jaga jarak aman dengan kendaraan sekitar kita
  • Selalu siap untuk pelan / berhenti jika diperlukan.

.

.

.

-=-

ads here were not made by admin, be wise